Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jenderal AS: Washington dan Beijing Berlomba Bangun Senjata Hipersonik Canggih

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 08:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Berselisih dalam banyak hal, Amerika Serikat (AS) dan China juga dipandang terlibat dalam perlombaan senjata untuk mengembangkan senjata hipersonik yang paling mematikan.

Lewat wawancara dengan Reuters pada Selasa (30/11), Sekretaris Angkatan Udara AS Frank Kendall mengatakan Beijing dan Washington berlomba untuk membangun dan menguji lebih banyak lagi senjata generasi berikutnya yang berkecepatan tinggi.

"Ada perlombaan senjata, tidak harus untuk peningkatan kuantitas, tetapi untuk peningkatan kualitas. Ini adalah perlombaan senjata yang telah berlangsung cukup lama. Orang China telah melakukannya dengan sangat agresif," ujarnya.  


Kendall mencatat militer AS telah mengalihkan perhatian dan dana dari konflik Irak dan Afghanistan, untuk senjata hipersonik. Ia juga memperkirakan anggaran tahunan 2023 nanti AS akan memasukan program pengembangan hipersonik.

Pada Oktober, perwira tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley mengonfirmasi China melakukan tes senjata hipersonik yang dirancang untuk menghindari pertahanan rudal Amerika.

Tahun ini Pentagon telah mengadakan beberapa tes senjata hipersonik dengan keberhasilan yang beragam. Pada Oktober, Angkatan Laut berhasil menguji motor roket pendorong yang akan digunakan untuk menggerakkan kendaraan peluncur yang membawa senjata hipersonik ke atas.

Senjata hipersonik bergerak di atmosfer atas dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara, atau sekitar 6.200 kilometer per jam.

Selain AS dan China, Rusia juga tengah mengembangkan senjata hipersonik canggih.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya