Berita

Protokol kesehatan di Bandara Internasional Schiphol, Belanda/Getty Images

Dunia

Omicron Sudah Ada di Belanda Sebelum Ditemukan di Afrika Selatan

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 06:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penelusuran varian baru virus corona Omicron menunjukkan varian B.1.1.529 ini sudah ada di Belanda beberapa hari sebelum ditemukan di Afrika Selatan.

Laporan dari Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) Belanda kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (30/11) menunjukkan, varian Omicron diidentifikasi dari pengujian ulang sampel yang diambil pada 19 hingga 23 November.

"Belum jelas apakah orang-orang ini juga mengunjungi Afrika Selatan," kata RIVM, seperti dikutip NPR.


Setelah muncul laporan keberadaan Omicron, Belanda melakukan tes di bandara Amsterdam pada 26 November. Hasilnya menunjukkan, belasan dari 624 orang yang tiba dari Afrika Selatan dinyatakan positif mengidap Covid-19 dengan varian Omicron.

Sementara itu, para ahli di Afrika Selatan secara resmi melaporkan kemunculan varian Omicron pada 24 November. Dua hari kemudian, WHO menggelar pertemuan darurat dan memasukkan Omicron sebagai salah satu varian yang perlu mendapatkan perhatian.

Para ahli sendiri meyakini Omicron dapat menimbulkan risiko yang "sangat tinggi" lantaran banyaknya mutasi yang dapat membantu virus menyebar lebih mudah. Bahkan Omicron kemungkinan dapat menginfeksi orang yang dianggap kebal, atau sudah divaksinasi dan pulih dari varian sebelumnya.

Data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menunjukkan, varian Omicron telah dikonfirmasi di delapan negara Eropa, Hong Kong, Israel, hingga Jepang, selain di Afrika.

Varian omicron memicu perlombaan pembatasan perjalanan baru yang menargetkan Afrika Selatan dan negara-negara Afrika bagian selatan lainnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya