Berita

Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Lukashenko Siap "Pinjam" Senjata Nuklir Rusia untuk Hadapi NATO

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 06:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Belarus dengan negara-negara Barat masih terus berlanjut. Minsk bahkan mengaku siap untuk "meminjam" senjata nuklir Moskow.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada Selasa (30/11) mengatakan akan mengusulkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk turut menyimpan senjata nuklir di negaranya jika NATO menempatkan senjata serupa di Polandia.

"(Dalam hal ini), saya akan mengusulkan kepada Putin untuk menempatkan senjata nuklir di Belarus. Senjata nuklir yang paling efektif dalam kontak seperti itu. Kami siap untuk ini di wilayah Belarusia," kata Lukashenko, seperti dikutip Sputnik.


Komentar Lukashenko sendiri merujuk pada pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada pertengahan November yang mengatakan akan memindahkan senjata nuklir ke negara-negara Eropa bagian timur jika Jerman menolak untuk menjadi tuan rumah.

"Jerman tentu saja dapat memutuskan apakah akan ada senjata nuklir di negara itu. Tetapi alternatifnya adalah kita berakhir dengan senjata nuklir di negara Eropa lain di sebelah timur Jerman," ujar Stoltenberg ketika itu.

Parlemen Jerman memutuskan untuk menarik senjata nuklir Amerika dari negara itu pada tahun 2010. Namun, 11 tahun kemudian mereka masih disimpan di Jerman, dan tidak jelas di mana mereka disimpan, atau berapa banyak senjata nuklir yang ada.

Rencana NATO untuk memindahkan senjata nuklir ke wilayah bagian timur Eropa sebagai alternatif muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Barat dengan Rusia dan Belarus akibat krisis migran.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya