Berita

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido/Net

Dunia

Jelang Pemilu Ulang, Pemimpin Oposisi Venezuela Kumpulkan Kekuatan

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 06:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Mahkamah Agung Venezuela untuk menggelar pemilihan ulang gubernur di negara bagian Barinas dinilai sebagai momentum bagi oposisi.

Berbicara dalam sebuah demonstrasi di Caracas pada Selasa (30/11), pemimpin oposisi Juan Guaido kemudian mengajak para pendukungnya untuk bersatu.

"Mari kita gunakan momen ini di Barinas untuk menyatukan kembali kekuatan demokrasi dan menuntut kondisi (yang tepat) untuk pemilihan," ujar Guaido, seperti dikutip Reuters.


Venezuela menggelar pemilu lokal dan regional secara serentak pada 21 November, dengan kemenangan diambil alih oleh Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) yang digawangi oleh Presiden Nicolas Maduro.

Menurut laporan dari Dewan Pemilihan Nasional (CNE), PSUV berhasil mengamankan 19 dari 23 negara bagian untuk pemilihan gubernur.

Barinas adalah satu-satunya negara bagian yang belum mendapatkan kepastian. Di negara bagian ini kandidat oposisi Freddy Superlano menantang petahana dari PSUV, Argenis Chavez.

Mahkamah Agung mengatakan proyeksi oleh otoritas pemilihan menunjukkan bahwa Superlano telah mendapatkan 37,6% suara, dibandingkan dengan 37,21% untuk Chavez.

Pada Senin (29/11), Mahkamah Agung mendiskualifikasi Superlano dari pemilu di Barinas dengan alasan menunggu penyelidikan. Untuk itu Mahkamah Agung memerintahkan pemungutan suara ulang pada 9 Januari.

"Tetapi kami menganggap bahwa kondisi tidak memenuhi syarat, Superlano melanggar prinsip kesetaraan, kesetaraan, dan transparansi dalam partisipasi kandidat," kata pengadilan.

Guaido sendiri menilai keputusan tersebut tidak adil. Ia mengatakan Mahkamah Agung telah terikat pada pemerintahan Maduro.

Menurut CNE, jumlah pemilih yang terdaftar dalam pemilu lokal ini sebanyak 21.159.846 pemilih. Dari jumlah itu sebanyak 394.242 di antaranya adalah pemilih baru.

Jumlah kandidat yang ikut dalam pemilihan lokal tersebut tercatat sebanyak 70.244 kandidat. Di antaranya adalah 329 calon gubernur, 4.462 calon walikota dan 65.453 calon anggota legislatif dan dewan kota.

CNE juga memberikan kredensial kepada lebih dari 300 pengamat internasional dari 55 negara dan lembaga, termasuk Uni Eropa, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Carter Center.

Sebanyak enam di antaranya berasal dari Indonesia. Mereka yang berasal dari Indonesia merupakan perwakilan dari tiga organisasi, yaitu Non-Aligned Movement Cnetre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya