Berita

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas/Net

Politik

Pernyataan Gus Yaqut Soal Kemenag Hadiah NU, Jhon Kennedy Azis: Sangat Lukai Hati Umat Islam

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 05:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dicecar anggota Komisi VIII DPR RI perihal pernyataannya yang kontroversi menyebut Kementerian Agama merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Salah satunya datang dari anggota Komisi VIII DPR RI John Kennedy Azis, yang menyampaikan bahwa saat ini banyak aspirasi dari masyarakat mempertanyakan terkait pernyataan tersebut.

"Banyak yang tergores Pak Menteri akibat pernyataan Pak Menteri ini, saya Nahdliyin Pak Menteri, saya salah satu pensehat Nahdliyin di Sumatera Barat. Kenahldiyian saya nggak usah Pak Menteri ragukan, tapi di sisi lain saya sebagai umat Nahdliyin benar-benar menyayangkan apa yang Pak Menteri ucapkan ini, sangat melukai hati umat Islam pada umumnya,” ucap Kennedy dalam rapat kerja bersama Menag Yaqut di Komisi VIII, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (30/11).


John menilai, pernyataan Menag Yaqut tersebut bernada tendensius yang bisa memantik polemik antar umat Islam baik di daerah, maupun Indonesia secara keseluruhan.

"Artinya mengklarifikasi pernyataan pertanyaan itu melalui tempat terhormat ini yang notabennya 53 orang anggota DPR di Komisi VIII, yang merupakan representatif masyarakat Indonesia, saya pikir kesempatan yang sangat baik pak mentneri klarifikasi ucapan pak menteri tersebut,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini meneliti dan menelusuri Menteri Agama selama ini ketika mulai dibentuknya Kementerian Agama ada yang datang dari Muhammadiyah meski Menag pertama datang dari NU.

"Jadi oleh karena itu apa namanya, saya mohon saya bicara begini karena saya sangat sayang ke Pak Menteri, saya nggak mau Pak Menteri dimacam-macam oleh masyarakat, makanya melalui kesempatan ini Pak Menag dapat klarifikasi,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya