Berita

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati/Net

Politik

Ingkar Janji, MPR Desak Jokowi Pecat Sri Mulyani

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 18:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menjelang perombakan kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo yang diisukan terlaksana pada Rabu Pon bulan Desember, lembaga legislatif mengevaluasi kinerja Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Fadel Muhammad mengatakan, kinerja Sri Mulyani pada periode kedua pemerintahan Jokowi, khususnya terkait pengelolaan APBN, tak diterlaksana dengan benar.

Salah satu contohnya, disebutkan Fadel adalah mengenai slot anggaran MPR RI untuk sosialisasi empat pilar yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Sri Mulyani.  


"Anggaran di MPR ini malah turun, turun terus," ujar Fadel dalam jumpa pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, (30/11).

Fadel menyampaikan, pada saat rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait sosialisasi MPR RI, pihaknya dijanjikan akan menerima enam kali lipat dari anggaran sosialisasi empat pilar setiap tahunnya. Namun saat ini hanya empat kali.

"Kita dengan presiden Jokowi berbicara di Bogor. Kita bilang, presiden anggaran kami terbatas sekarang, dulu pimpinan cuman empat orang, sekarang sudah 10 orang kok malah lebih turun," ungkap Fadel.

"Saya ini wakil ketua MPR bidang anggaran, dengan bapak Bambang (Ketua MPR RI) bicara dengan Mensesneg (yang memerintahkan kita) bilang ke menteri keuangan. Tetapi dia acuhkan," sambungnya

Fadel mengaku kecewa berat dengan Sri Mulyani, lantaran membatalkan adanya anggaran sosialisasi empat pilar. Padahal telah melakukan rapat bersama badan anggaran namun hal tersebut tidak dikabulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kita undang dia, sudah atur waktu semuanya, tiba-tiba dia batalin dua hari kemudian. Atur lagi, dia batalin," katanya.

Atas dasar itu, MPR RI meminta Presiden Jokowi untuk memecat Sri Mulyani dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, lantaran tidak menepati janjinya.

"Maka kami, ini atas nama pimpinan MPR republik Indonesia mengusulkan kepada Presiden (Jokowi) untuk memberhentikan saudari Menteri keuangan, karena kami anggap Menteri keuangan tidak etik, tidak cakap dalam mengatur kebijakan pemerintahan kita demi untuk kelanjutan," tegasnya.

"MPR adalah sebuah lembaga tinggi negara, kita minta agar mendapatkan perlakuan yang wajar, dibandingkan dengan yang lain-lain," tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya