Berita

Pejuang Taliban/Net

Dunia

Gandeng Pakistan, AS Ingin Perbaiki Politik di Afghanistan

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 18:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) menyatakan keinginan untuk melanjutkan dialog dengan pemerintahan Taliban yang telah berkuasa di Afghanistan sejak pertengahan Agustus lalu.

Sebagai bagian dari upayanya, AS menggandeng Pakistan dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Seorang mantan diplomat India, MK Bhadrakumar berpendapat, Afghanistan akan menjadi wilayah kerjasama antara AS dan Pakistan.


"AS dan sekutu NATO telah kembali sepenuhnya ke jalur lama, bahwa hanya Pakistan yang dapat diandalkan untuk memanfaatkan Taliban agar mereka menyetujui tuntutan Barat," kata Bhadrakumar, seperti dikutip ANI News, Selasa (30/11).

Bhadrakumar mengatakan, hal itu terlihat dari kunjungan delegasi militer tingkat tinggi Pakistan di markas besar NATO di Brussels untuk membahas situasi di Afghanistan beberapa waktu lalu.

Selain itu, Uni Eropa diperkirakan akan segera membuka kembali kedutaannya di Kabul tetapi menegaskan tidak mengakui pemerintah Taliban.

"Ada kesibukan aktivitas akhir-akhir ini, dengan pejabat dari Brussel terbang masuk dan keluar dari ibukota Asia Tengah, terutama Tashkent dan Dushanbe. Uni Eropa berharap untuk membuka 'koridor kemanusiaan' ke Afghanistan," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sendiri sebelumnya menyatakan bahwa AS ingin menjaga kontak militer dengan Pakistan dan kunjungan baru-baru ini ke markas NATO oleh delegasi militer tingkat tinggi Pakistan adalah bagian dari proses itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya