Berita

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Uganda Jeje Odongo/Net

Dunia

Di Tengah Kabar Bandaranya Diambil Alih China, Menlu Uganda Bertemu Wang Yi

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 15:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah kabar China telah mengambil alih Bandara Internasional Entebbe milik Uganda lantaran gagal bayar, menteri luar negeri dua negara tersebut bertemu.

Dikutip dari situs resmi Kedutaan Besar China di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (30/11), Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Uganda Jeje Odongo di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-8 untuk Forum Kerjasama China-Afrika pada Senin (29/11).

Dalam pertemuan tersebut,  Odongo berharap agar China dan Uganda dapat memperkuat kerjasama ke tingkat yang baru.


"Pihak Uganda puas dengan hubungan bilateral, berterima kasih kepada China atas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan sosial Uganda," tulis kedubes.

Sementara itu, Wang Yi mengatakan, China dan Uganda terus memperdalam rasa saling percaya politik dan menjalin kerjasama praktis yang baik.

Baru-baru ini, media lokal Uganda melaporkan bahwa pemerintah telah gagal membayar utang ke China. Sebagai akibatnya, Beijing dapat mengambil alih Bandara Internasional Entebbe, satu-satunya bandara internasional yang dimiliki oleh negara di Afrika Timur tersebut.

Sekitar enam tahun lalu, pada 2015, Uganda meminjam 207 juta dolar AS dari Bank Ekspor-Impor China (EXIM) dengan bunga dua persen saat pencairan. Pemerintah kemudian melampirkan satu-satunya bandara internasional yang mereka miliki untuk persyaratan.

Dana tersebut dimaksudkan untuk memperluas Bandara Entebbe. Pinjaman sendiri memiliki jangka waktu 20 tahun, termasuk masa tenggang tujuh tahun.

Tetapi, laporan menyebut pemerintah Uganda melepaskan klausul kekebalan internasional untuk mengamankan pinjaman. Setelah itu pemberi pinjaman, yaitu China, dapat merebut kembali kepemilikan Bandara Internasional Entebbe tanpa arbitrase internasional.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Uganda (UCAA), beberapa ketentuan dalam Perjanjian Pembiayaan dengan China mengekspos Bandara Internasional Entebbe dan aset Uganda lainnya untuk dilampirkan. Aset-aset tersebut dapat diambil alih oleh China melalui arbitrase di Beijing.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya