Berita

Aung San Suu Kyi (kiri) dan Presiden Myanmar Win Myint (kanan) dalam sidang pengadilan pertama di Naypyidaw/Net

Dunia

Pengadilan Myanmar Siapkan Vonis untuk Pemimpin Terguling Aung San Suu Kyi

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 11:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rakyat Myanmar bersiap untuk mendengar putusan pengadilan atas pemimpin mereka yang terguling, Aung San Suu Kyi. Ini akan menjadi hari yang paling mendebarkan setelah berbulan-bulan pemimpin tercinta mereka berada dalam penjara.

Sidang yang akan berlangsung pada hari ini, Selasa (30/11), akan memberikan putusan pertama dari banyak kasus pengadilan junta yang membuat Suu Kyi dipenjara selama beberapa dekade. Peraih Nobel ini telah ditahan sejak para jenderal menggulingkan pemerintahannya pada dini hari 1 Februari lalu.

Suu Kyi menghadapi tiga tahun penjara jika terbukti bersalah menghasut terhadap militer, meskipun analis mengatakan tidak mungkin dia akan dibawa ke penjara pada saat hakim mengetukkan palunya di hari Selasa itu juga.


Sebaliknya, pengadilan dapat menunda putusannya atau mengubah hukuman penjara menjadi tahanan rumah untuk menjaga agar pemimpin populer tidak terlihat saat junta bekerja untuk mengkonsolidasikan aturannya.

Sidang diperkirakan akan berjalan tertutup, tanpa jurnalis yang boleh meliput dan pengacara yang tidak diperkenankan berbicara pada media, seperti dikutip dari AFP yang mengutip juru bicara junta Zaw Min Tun.

Beberapa hari setelah kudeta, Suu Kyi dikenai tuduhan tidak jelas karena memiliki walkie-talkie tanpa izin, dan karena melanggar pembatasan virus corona selama pemilihan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dimenangkannya pada tahun 2020.

Suu Kyi sekarang muncul hampir setiap hari kerja di ruang sidang junta, dengan tim hukumnya mengatakan bulan lalu jadwal yang padat berdampak pada kesehatannya.

Rezim Min Aung Hlaing telah mengurung Suu Kyi di sebuah lokasi yang dirahasiakan di ibu kota.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya