Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Biden: Jangan Panik, Sekarang Amerika Punya Banyak Cara untuk Perangi Varian Virus Covid Daripada Sebelumnya

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Amerika diharapkan tetap tenang dalam menghadapi isu ganasnya varian baru Omicron sambil menunggu perkembangan penyelidikan dari para pakar kesehatan.

Presiden Joe Biden dalam pidatonya pada Senin (29/11) mengatakan bahwa para ilmuwan sedang bekerja untuk menentukan seberapa kuatnya penularan varian tersebut dan bahwa AS memiliki kemampuan untuk menangani jenis baru yang beredar di dunia.

"Amerika Serikat memiliki lebih banyak alat untuk memerangi Covid-19 daripada sebelumnya," ujar Biden, seperti dikutip dari Fox News.


Ia menambahkan bahwa saat ini AS berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk memerangi virus dibandingkan di masa-masa awal pandemi. Ia juga akan merilis strategi yang lebih rinci untuk penanganan varian Omicron.

"Varian itu menyebabkan kekhawatiran, ya. Tetapi bukan menyebabkan kepanikan," ujar Biden.
 
Ia berpidato dengan diapit oleh kepala penasihat medis Dr. Anthony Fauci dan Wakil Presiden Kamala Harris.

"Cepat atau lambat, kita akan melihat kasus varian baru ini di Amerika Serikat. Kita harus menghadapi ancaman baru ini, sama seperti kita menghadapi ancaman yang telah datang sebelumnya," lanjut Biden.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintahan Biden memberlakukan pembatasan perjalanan bagi mereka yang datang dari delapan negara di Afrika Selatan mulai Senin. Biden mengatakan pembatasan diperlukan untuk memberi waktu bagi negara mempersiapkan suntikan booster.

Pembatasan perjalanan dipandang bisa memperlambat kecepatan Omnicron, tetapi itu bukan berarti bisa mencegah virus berkembang. Dengan pembatasan perjalanan, setidaknya memberi waktu bagi otoritas kesehatan untuk mengambil lebih banyak tindakan dan bergerak lebih cepat.

"Juga untuk memastikan bahwa Anda harus mendapatkan vaksin Anda, Anda harus mendapatkan suntikan, Anda harus mendapatkan booster," tekan Biden.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya