Berita

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa/Net

Dunia

Presiden Afsel: Varian Omicron adalah Peringatan Parahnya Kesenjangan Vaksin

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 16:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemunculan varian baru virus corona Omicron menjadi peringatan adanya ketidaksetaraan dalam akses vaksin Covid-19 yang harus diperbaiki.

Begitu yang dikatakan oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dalam pidatonya pada Minggu (28/11), seperti dikutip Anadolu Agency.

"Munculnya varian Omicron harus menjadi peringatan bagi dunia bahwa ketidaksetaraan vaksin yang tidak dapat dibiarkan berlanjut," ujarnya.


Ramaphosa mengatakan, dunia harus bersiap dengan varian-varian baru lainnya dari Covid-19 hingga semua orang divaksinasi.

"Kami telah mengatakan ketidaksetaraan vaksin tidak hanya merenggut nyawa dan mata pencaharian di negara-negara yang ditolak aksesnya tetapi juga mengancam upaya global untuk mengatasi pandemi," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ramaphosa juga mengkritik kebijakan sejumlah negara yang membatasi perjalanan dari dan ke Afrika Selatan untuk menghindari penyebaran Omicron.

Alih-alih melarang perjalanan, ia mengatakan, negara-negara kaya harus mendukung upaya negara berkembang untuk mengakses dan memproduksi dosis vaksin yang cukup.

Ilmuwan Afrika Selatan pada pekan lalu mengumumkan telah menemukan varian Omicron, yang memiliki beberapa mutasi yang dapat membawa risiko infeksi ulang.

Varian yang sama juga terdeteksi di negara tetangga Botswana serta Hong Kong dan pertama kali terlihat pada 12-22 November sebelum diumumkan Kamis (25/11).

Pada Jumat (26/11), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan strain itu sebagai "varian yang menjadi perhatian".

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya