Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Berlomba dengan Omicron, Filipina Vaksinasi 9 Juta Orang dalam Tiga Hari

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 15:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah kekhawatiran atas munculnya varian baru Omicron, Filipina memulai kampanye ambisius untuk memvaksinasi 9 juta orang hanya dalam tiga hari.

Pada saat bersamaan, Filipina juga menangguhkan keputusan untuk mengizinkan masuk turis yang telah divaksinasi penuh Covid-19.

Dikutip Al Jazeera, target vaksinasi diturunkan dari sebelumnya 15 juta suntikan karena adanya kendala logistik untuk menjangkau orang-orang di pelosok.


Target tiga juta vaksinasi per hari sendiri merupakan empat kali lipat dari rata-rata 829 ribu suntikan setiap hari pada November.

Dengan kemunculan varian Omicron, kampanye vaksinasi menjadi sangat penting.

“Lebih baik bersiap untuk efek Omicron,” kata kepala vaksinasi Carlito Galvez.

Pada Jumat (26/11), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian Omicron sebagai bagian dari varian yang perlu mendapatkan perhatian karena diyakini berpotensi lebih menular dan berbahaya.

Kemunculan varian Omicron sendiri membuat banyak negara mengumumkan larangan perjalanan dari sejumlah negara Afrika, termasuk Afrika Selatan yang melaporkan pertama kali varian baru tersebut.

Sekitar 35,6 juta orang atau sepertiga penduduk di Filipina telah divaksinasi lengkap. Pemerintah bertujuan untuk mengimunisasi 54 juta orang pada akhir 2021, dan 77 juta pada Maret mendatang.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya