Berita

Bandara Internasional Riyadh/Net

Dunia

Kemenkes Saudi: Varian Covid Muncul Karena Lemahnya Tindakan Pencegahan dan Banyaknya Orang yang Tidak Divaksin

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 11:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengungkap sejumlah faktor penyebab munculnya vatian baru Covid-19 yang kembali terjadi.

Lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu (28/11), juru bicara Kemenkes Saudi mengatakan bahwa munculnya varian Covid-19 tidak lepas dari tidak tercapainya tujuan terkait kesehatan, individu yang tidak divaksinasi, dan kelalaian yang parah dalam tindakan pencegahan.

Pernyataan tersebut menyusul pengumuman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memberi label varian virus corona baru B.1.1.529, yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada 24 November, sebagai Omicron.


Hingga Minggu, Arab Saudi mengatakan belum mendeteksi satu pun kasus varian Omicron.

"Jumlah dosis vaksin Covid-19 yang diberikan di Kerajaan telah mencapai 47 juta, di mana lebih dari 22,3 juta orang telah divaksinasi," kata juru bicara itu, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Senin (29/11).

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi sendiri telah menangguhkan penerbangan yang datang ke dan dari Malawi, Zambia, Madagaskar, Angola, Seychelles, Mauritius, dan Komoro karena merebaknya varian Covid-19 baru Omicron.

Kerajaan juga menangguhkan masuknya orang non-Saudi yang datang langsung atau tidak langsung dari negara-negara di atas, kecuali bagi mereka yang telah menghabiskan waktu tidak kurang dari empat belas hari di negara ketiga, yang prosedur kesehatannya sesuai dengan aturan Arab Saudi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya