Berita

Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov/Net

Dunia

Dubes Antonov: Anggapan Rusia Takut Terhadap Ancaman NATO, Itu adalah Delusi!

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 10:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia tidak pernah gentar menghadapi potensi mana pun, termasuk NATO. Duta Besar Rusia untuk Washington Anatoly Antonov dalam siarannya di saluran YouTube Soloviev, mengatakan asumsi yang terdengar di Amerika Serikat bahwa Rusia kemungkinan takut dengan kemampuan NATO di Ukraina dan Laut Hitam adalah delusi yang berbahaya.

Walaupun Washington semakin memperluas jangkauan senjatanya ke Ukraina, tidak sedikit pun membuat Rusia merasa cemas.

"Negara-negara NATO mengambil alih Laut Hitam, wilayah Ukraina. Ada asumsi, bahwa pemberani tertentu atau sekelompok pejuang mungkin muncul di Ukraina, yang akan mencoba menguji kekuatan pertahanan Rusia, berharap bahwa kami tidak akan menanggapi karena takut akan potensi NATO. Saya ingin mengatakan dan menekankan dengan tegas bahwa itu adalah khayalan yang sangat berbahaya," kata Antonov, seperti dikutip dari TASS, Minggu (28/11).


Amerika Serikat mengirimkan berbagai senjata canggihnya ke Ukraina untuk mengembangkan pertahanan negara itu, seperti Stinger sistem pertahanan udara portabel, Javelin [senjata anti-tank] dan helikopter Mi-17 (yang merupakan buatan Rusia).

Secanggih apa pun sistem pertahanan Ukraina, itu tidak membuat Rusia cemas. Bahkan, walaupun AS mengatakan mereka meluncurkan rudal jarak menengah dan jarak pendek.

Antonov menegaskan, histeria terkait ancaman imajiner Rusia ke Ukraina, yang sedang dihebohkan di Amerika Serikat, justru ditujukan untuk membenarkan kegagalan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky.

"Menurut pendapat saya, histeria saat ini yang dipicu oleh dugaan ancaman Rusia adalah keinginan untuk menutupi kegagalan presiden Ukraina saat ini," kata Antonov.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya