Berita

Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov/Net

Dunia

27 Diplomat Rusia Bersama Keluarga Dipaksa Angkat Kaki dari AS

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 06:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat terus mengalami penurunan. Moskow pernah mengakui bahwa 100 diplomatnya beserta keluarga mereka telah dipaksa angkat kaki dari AS sejak 2016.

Kini, pengusiran perwakilan Moskow kembali terjadi. Hal itu diakui Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov dalam sebuah wawancara bersama Saluran YouTube Soloviev.

"Diplomat kami diusir. Sekelompok besar rekan saya, 27 orang dengan keluarga, akan meninggalkan kami pada 30 Januari," kata Antonov dalam sebuah wawancara pada Sabtu malam, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/11).


"Kami menghadapi kekurangan staf yang serius," ujarnya.

Selama wawancara itu, Antonov mengeluhkan sanksi pemerintah AS terhadap entitas dan individu Rusia.

Departemen Keuangan AS memberlakukan beragam sanksi terhadap Rusia pada bulan April lalu karena dugaan ikut campur dalam pemilihan AS 2020, peretasan dunia maya, intimidasi Ukraina, dan dugaan tindakan memfitnah lainnya.

Pemerintah AS memasukkan daftar hitam perusahaan Rusia, mengusir diplomat Rusia, dan melarang bank AS membeli obligasi negara dari bank sentral Rusia, dana kekayaan nasional, dan Kementerian Keuangan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan pada 29 Oktober lalu bahwa hampir 200 diplomat Rusia masih menjalankan pekerjaan mereka di Amerika Serikat, termasuk staf misi Rusia untuk PBB.

Bulan lalu, Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan bahwa staf misi AS di Rusia telah menyusut menjadi 120 dari 1.200 pada awal 2017 setelah serangkaian pengusiran dan pembatasan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya