Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pakar China Soal Varian Omicron: Tidak Perlu Panik, Afrika Sedang Musim Panas

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 06:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun belum banyak informasi mengenai varian terbaru Covid-19 Omicron, banyak ahli yang percaya bahwa varian mutasi tersebut akan menyebabkan lebih banyak tantangan pada pekerjaan pencegahan pengendalian pandemi.

Sejumlah negara telah melakukan langkah-langkah pencegahan dengan penutup perjalanan dari dan ke Afrika Selatan, setelah WHO menetapkan Omicron sebagai "varian yang menjadi perhatian" karena memiliki sejumlah besar mutasi.

Pernyataan tersebut sekaligus memicu kekhawatiran akan kemanjuran vaksin dan obat-obatan yang ada. WHO juga mengatakan diperlukan studi beberapa minggu untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang varian baru.


Menyikapi kepanikan yang terjadi, seorang ahli imunologi Beijing yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa sejumlah besar mutasi tidak selalu menunjukkan infektivitas yang tinggi.

China, katanya dengan sistem pencegahan dan pengendalian epidemi yang ketat dan berpengalaman, mampu melindungi penduduk domestik dari varian baru.

"Banyak informasi varian masih belum jelas, seperti berapa banyak tempat yang telah menyebar, berapa banyak kasus serius yang menyebabkannya atau kematiannya, jadi tidak perlu khawatir saat ini," kata pakar tersebut, seperti dikutip dari Global Times, Minggu (28/11).

Selain itu, pakar tersebut mengatakan karena Afrika bagian selatan saat ini sedang musim panas, wabah yang parah sangat tidak mungkin terjadi.

Ahli tersebut juga mencatat bahwa pada tahap saat ini, ancaman Omicron yang menyebar ke China lebih kecil daripada epidemi di Mongolia Dalam.

"Dan, jika ada sinyal berbahaya yang ditemukan, China dapat menangguhkan semua perjalanan dengan Afrika selatan atau menerapkan tindakan karantina yang lebih ketat pada kedatangan dari daerah itu," katanya.

China sendiri saat ini sudah melakukan vaksinasi kepada sekitar 76,8 persen populasinya, dan sedang menuju target 80 persen vaksinasi untuk membangun kekebalan kelompok pada akhir tahun.

Pakar pernapasan terkemuka China Zhong Nanshan mengatakan bahwa vaksinasi merupakan cara yang efisien untuk mencegah penyebaran virus baru tersebut. Dengan 76,8 persen populasi China yang telah divaksinasi, meletakkan dasar yang baik bagi negara untuk mencapai target 80 persen vaksinasi untuk membangun kekebalan kelompok pada akhir tahun.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya