Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Dokter: Gejala Varian Omicron Ringan tapi Sangat Berbeda

MINGGU, 28 NOVEMBER 2021 | 11:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para ahli dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masih mencari tahu karakteristik varian baru virus corona yang diidentifikasi di Afrika Selatan, yaitu varian B.1.1.529 atau Varian Omicron.

Sejauh ini, para ahli meyakini varian Omicron dapat berpotensi lebih menular dan berbahaya, termasuk kemungkinannya kebal terhadap vaksin. Hal itu dikarenakan varian Omicron memiliki 32 mutasi, termasuk mutasi yang dinilai berbahaya.

Kendati begitu, para ahli mengaku masih membutuhkan waktu untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna meninjau tingkat berbahaya varian tersebut.


Seorang dokter di Afrika Selatan, Dr Angelique Coetzee yang menangani pasien dengan varian Omicron mengatakan mereka yang sehat dan terinfeksi menunjukkan gejala yang tidak biasa.

Dikutip dari The Telegraph, dokter pertama yang memberi tahu pihak berwenang tentang pasien varian Omicron itu mengaku pertama kali diberitahu tentang kemungkinan varian baru ketika pasien di klinik pribadinya di Pretoria datang dengan gejala yang tidak masuk akal pada bulan ini.

Mereka yang terinfeksi termasuk orang muda, dari berbagai latar belakang dan etnis. Pasien mengalami kelelahan yang hebat, tetapi seorang anak berusia 6 tahun memiliki denyut nadi yang sangat tinggi.

Coetzee mengungkap, tidak ada dari pasiennya yang mengalami anosmia, atau kehilangan kemampuan merasakan atau membau.

"Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya," kata Coetzee.

Pada 18 November, ketika empat anggota keluarga semuanya dinyatakan positif Covid-19 dengan kelelahan total, dia memberi tahu komite penasihat vaksin negara itu.

Ia mengatakan, secara total, sekitar dua lusin pasiennya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala varian baru. Mereka kebanyakan adalah lelaki sehat yang mengalami kelelahan hebat. Sekitar setengah dari mereka tidak divaksinasi.

"Kami memiliki satu kasus yang sangat menarik, seorang anak, berusia sekitar 6 tahun, dengan suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi, dan saya bertanya-tanya apakah saya harus menerimanya. Tetapi ketika saya menindaklanjuti dua hari kemudian, dia jauh lebih baik, "kata Coetzee.

Coetzee menjelaskan semua pasiennya adalah orang sehat, namun dia khawatir varian baru masih dapat menyerang orang tua atau mereka dengan penyakit penyerta seperti diabetes atau penyakit jantung.

"Yang harus kita khawatirkan sekarang adalah ketika orang yang lebih tua dan mereka yang tidak divaksinasi terinfeksi dengan varian baru, dan jika mereka tidak divaksinasi, kita akan melihat banyak orang dengan penyakit yang parah," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya