Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Marah karena Isi Postingan Boris Johnson, Macron Blokir Inggris dari Pertemuan Tentang Migran

SABTU, 27 NOVEMBER 2021 | 15:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis bereaksi dengan keras terhadap isi pernyataan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang diposting di Twitter. Apa yang dikatakan Johnson tidak adapat diterima dan sangat tidak pantas di tengah perdebatan terkait migran serta kabar duka tentang tenggelamnya puluhan migran ilegal karena perahu yang terbalik.

Dalam postingan itu, Boris Johnson bersikeras bahwa Prancis setuju untuk melakukan patroli bersama di pantainya dan setuju untuk menerima kembali setiap migran yang berhasil melakukan perjalanan berbahaya ke Inggris.

Kecaman juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia meminta Inggris untuk "bersikap serius" dalam menyelesaikan masalah penyeberangan Selat migran ilegal.


Marah oleh isi Twiiter Johnson, Macron langsung membatalkan undangan Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel untuk menghadiri pertemuan tentang krisis di Calais pada direncanakan pada Minggu (28/11). Ia memerintahkan Menteri Dalam Negeri Prancis untuk membuat pembatalan.

"Anda tidak berkomunikasi melalui tweet dan surat terbuka," kata Macron.

Macron juga memperingatkan Inggris berisiko diblokir dari diskusi tentang cara mengekang arus migran.

"Para menteri (UE) akan bekerja secara serius untuk menyelesaikan masalah serius dengan orang-orang yang serius," kata Macron, seperti dikutip dari France24.

Pertemuan yang juga melibatkan pejabat dari Jerman, Belanda, Belgia, dan Komisi Eropa itu, akan tetap berlangsung tanpa keterlibatan Inggris.

Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan kepada BBC bahwa dia berharap Prancis akan mempertimbangkan kembali tanggapan mereka, dengan mengatakan "tidak ada negara yang dapat mengatasi ini sendirian".

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya