Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ethiopia: AS Sebar Hoax Soal Perang, Mencemarkan Nama Baik Kami

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 12:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Ethiopia mengecam Amerika Serikat (AS) lantaran dinilai telah menyebaran informasi bohong alias hoax seputar keadaan di negara Afrika Utara itu.

Kecaman itu muncul dari Menteri Komunikasi Kabede Dessisa pada Kamis (25/11), setelah Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan tentang potensi serangan teroris di Ethiopia.

Dalam sebuah konferensi pers, Kebede mengatakan AS harus menahan diri untuk menyebarkan berita palsu yang memalukan dan mencemarkan nama baik Ethiopia.


Sehari sebelumnya, Rabu (24/11), Kedutaan Besar AS di Addis Ababa mendesak warganya untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi seiring dengan munculnya potensi serangan teror di Ethiopia.

Awal bulan ini, puluhan ribu warga Etiopia berunjuk rasa di ibukota untuk mendukung pemerintah. Mereka mengecam Amerika Serikat atas dugaan campur tangan dalam urusan dalam negeri Etiopia.

Washington kemudian mendesak warganya untuk segera meninggalkan Ethiopia sementara situasi keamanan masih memungkinkan.

Pada Kamis, lusinan pengunjuk rasa berkumpul di Kedubes AS. Mereka memajang spanduk yang bertuliskan "Gangguan Tidak Demokratis" dan "Kebenaran Menang."

Pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed dan pasukan pemberontak dari wilayah Tigray di utara telah berperang selama lebih dari satu tahun, dalam konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi.

Pekan ini pemerintah Irlandia mengatakan Ethiopia telah mengusir empat dari enam diplomat Irlandia karena sikap Irlandia terhadap konflik tersebut.

Jurubicara pemerintah Ethiopia juga telah memperingatkan terhadap ancaman eksternal yang tidak disebutkan namanya dan berulang kali mengkritik pemerintah Barat atas apa yang mereka katakan sebagai liputan perang yang tidak akurat.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya