Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

NASA Rancang Proyek Bangun Reaktor Nuklir di Bulan

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 08:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) tengah merancang sebuah proyek ambisus, yaitu membangun reaktor nuklir di satelit Bumi, Bulan.

Melalui Departemen Energi AS, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) telah merilis permintaan kontrak untuk membangun reaktor nuklir yang mampu melakukan perjalanan ke Bulan, dan berfungsi di sana dalam dekade berikutnya.

Reaktor nuklir adalah kunci dari Rencana Artemis NASA, sebuah misi untuk membawa orang kembali ke satelit bulan Bumi dan menyiapkan infrastruktur untuk pangkalan bulan permanen.


Dari sana, NASA kemudian akan meluncurkan misi manusia pertama ke Mars.

"Kekuatan permukaan fisi, dalam hubungannya dengan sel surya, baterai, dan sel bahan bakar, dapat memberikan kekuatan untuk mengoperasikan penemu, melakukan eksperimen, dan menggunakan sumber daya bulan untuk menghasilkan air, propelan, dan persediaan lain untuk mendukung kehidupan," jelas NASA, seperti dikutip Sputnik, Jumat (26/11).

NASA tertarik pada fisi nuklir karena keandalannya, kemampuan pembangkit listriknya, dan kemampuan teknologinya menjadi kompak dan ringan. Kelayakan teknologi ini bergantung pada kemudahannya dalam melakukan perjalanan sejauh 250 ribu mil dari Bumi ke Bulan.

Kendati begitu, dengan kawah yang gelap dan malam di Bulan berlangsung selama berpekan-pekan, tenaga surya tidak cukup menjadikan satelit Bumi itu sebagai tempat tinggal jangka panjang bagi manusia.

"Kami akan memanfaatkan kemampuan unik dari pemerintah dan industri swasta untuk menyediakan daya yang andal dan berkelanjutan yang tidak bergantung pada lokasi Bulan," ujar manajer proyek Fission Surface Power, Todd Tofil.

Rencana Artemis bertujuan agar orang-orang mendarat di Bulan pada tahun 2024, tanggal yang telah ditunjukkan oleh NASA akan dimundurkan.

Misi selanjutnya diharapkan untuk membangun stasiun ruang angkasa orbit bulan yang disebut Gateway, dan perlahan-lahan membawa infrastruktur dan robotika yang diperlukan untuk menopang kehidupan manusia.

Misi untuk mengirim manusia ke bulan dan kemudian Mars akan menjadi upaya bersama yang dilakukan oleh industri swasta dan program luar angkasa di seluruh dunia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya