Mayor Jenderal Ahmed Nasser al-Raisi/Net
Seorang Inspektur Jenderal di Kementerian Dalam Negeri Uni Emirat Arab menjadi perhatian kelompok organisasi hak asasi manusia dan anggota Parlemen Eropa setelah terpilih sebagai Presiden Interpol yang baru.
Mayor Jenderal Ahmed Nasser al-Raisi, yang disebut-sebut terlibat dalam beberapa penyiksaan, resmi diangkat sebagai Presiden Interpol pada Kamis (25/11).
Pengangkatan Al Raisi diumumkan pihak Interpol lewat cuitan di akun Twitter @INTERPOL_HQ.
"#INTERPOLGA telah memilih Ahmed Nasser Al Raisi dari Uni Emirat Arab sebagai Presiden baru Organisasi. Al Raisi terpilih setelah 3 putaran pemungutan suara. Di babak final ia menerima 68,9 persen suara yang diberikan oleh negara-negara anggota," cuit akun tersebut.
Al Raisi dipilih oleh perwakilan Interpol (dari 140 negara anggotanya) dalam sebuah pertemuan di Turki pada Kamis, seperti dilaporkan
Al-Arabiya.
Penunjukan tersebut menjadikannya kandidat pertama dari kawasan Timur Tengah sejak badan penanggulangan kejahatan global itu didirikan pada 1920-an.
Dengan demikian pejabat senior kepolisian UEA itu akan menjalani masa jabatannya selama empat tahun di Lyon, Prancis.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia sebelumnya telah melobi untuk menentang pencalonan Al Raisi sebagai Presiden Interpol. Selama menjabat sebagai Inspektur Jenderal sejak 2015, ia dianggap gagal untuk menyelidiki keluhan-keluhan yang kredibel tentang penyiksaan terhadap pasukan keamanan UEA.
Keluhan "penyiksaan" diajukan terhadapnya dalam beberapa bulan terakhir di Prancis dan Turki, yang menjadi tuan rumah sidang umum Interpol di Istanbul minggu ini, menurut laporan
The Guardian.
Namun, Al Raisi dengan tegas menolak tuduhan itu.
Kementerian luar negeri UEA mengatakan dia "sangat percaya bahwa pelecehan atau perlakuan buruk oleh polisi itu menjijikkan dan tidak dapat ditoleransi".
Salah satu pelapor, warga negara Inggris Matthew Hedges, mengatakan dia ditahan dan disiksa antara Mei dan November 2018 di UEA setelah ditangkap atas tuduhan spionase palsu selama perjalanan studi.
Kemenangan Raisi sebagai Presiden Interpol disebutnya sebagai "aib".