Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengklaim pilihan maju lagi karena diminta Kiai Sepuh/Net
Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama ke 34 di Lampung, klaim dukungan untuk Ketua Umum PBNU petahana KH Said Aqil Siroj terus bermunculan. Mulai dari kiai sepuh, pimpinan masing-masing Banom dan pengurus wilayah dan pengurus cabang dari berbagai daerah.
Di sisi yang lain, pendukung Khatib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebagai calon kuat lainnya juga terus menyampaikan pernyataan dukungan terbuka membantah klaim dukungan kubu Kiai Said Aqil Siroj.
Merespons dinamika Muktamar itu, Ketua PBNU bidang ekonomi, Umarsyah mengingatkan kepada para petinggi PBNU untuk tidak melakukan adu opini di ruang publik.
Umarsyah mengaku heran di tengah dinamika jelang muktamar, sebagai petahana, kubu Kiai Said mengaku mendapat dukungan karena dipandang sukses memimpin PBNU 11 tahun terakhir.
Menurut Umarsyah, yang berhak menilai sukses tidaknya kepemimpinan Kiai Said adalah peserta Muktamar, bukan orang per orang apalagi pimpinan Banom NU.
Ia juga menyayangkan sikap Kiai Said yang menyatakan kesanggupan maju lagi karena ada permintaan dari Kiai sepuh.
"Andai Kiai Said klaim didukung kiai sepuh ya salah kaprah, Rois Aam PBNU itu pemimpin tertinggi NU. Kiai Said sebagai Ketua Tanfidzyah hanya menjalankan tugas dari Rais Aam. Saat ini Rais Aam KH Miftachul Akhyar," demikian kata Umarsyah kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (24/11).
Ia juga mengaku heran, ada petinggi PBNU yang mengkritik terbuka terhadap Saifullah Yusuf, hanya karena sempat melontarkan bahwa 27 PWNU ingin Muktamar dipercepat.
Padahal, tambah Umarsyah, Gus Ipul sebagai Ketua PBNU hanya menyatakan sepakat dengan kehendak Rais Aam PBNU bahwa sebaiknya Muktamar gelarannya dipercepat.
"Saya heran hanya karena pernyataan ingin Muktamar NU dipercepat sampai muncul tudingan Gus Ipul provokatif segala macam," sesal Umarsyah.
Umar juga mengaku sepakat jika Muktamar di Lampung dipercepat. Ia beralasan, dengan forum musyawarah tertinggi Ormas NU itu dipercepat justru akan memberi kepastian kepada para nahdliyin.
Dalam pandangan Umarsyah, jika Muktamar ditunda sampai kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selesai justru akan memunculkan ketidakpastian.
Saat menutup perbincangan, Umar menyarankan pada para petinggi PBNU agar lebih fokus pada persiapan Muktamar.
Ia menyatakan tidak elok saat warga NU sedang fokus menyiapkan Muktamar justru petinggi PBNU malah memamerkan aksi dukung-mendukung.
"Lebih elok hentikan klaim dukung-dukungan, serahkan saja siapa yang memang layak jadi Ketua Umum kepada para Muktamirin. Yang paling berhak ya Muktamirin NU," pungkas pria asal Kota Metro Lampung ini.