Berita

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengklaim pilihan maju lagi karena diminta Kiai Sepuh/Net

Politik

Kubu Said Aqil Siroj Klaim Sukses Pimpin PBNU, Umarsyah: Paling Berhak Menilai adalah Muktamirin

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 20:10 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama ke 34 di Lampung, klaim dukungan untuk Ketua Umum PBNU petahana KH Said Aqil Siroj terus bermunculan. Mulai dari kiai sepuh, pimpinan masing-masing Banom dan pengurus wilayah dan pengurus cabang dari berbagai daerah.

Di sisi yang lain, pendukung Khatib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebagai calon kuat lainnya juga terus menyampaikan pernyataan dukungan terbuka membantah klaim dukungan kubu Kiai Said Aqil Siroj.

Merespons dinamika Muktamar itu, Ketua PBNU bidang ekonomi, Umarsyah mengingatkan kepada para petinggi PBNU untuk tidak melakukan adu opini di ruang publik.


Umarsyah mengaku heran di tengah dinamika jelang muktamar, sebagai petahana, kubu Kiai Said mengaku mendapat dukungan karena dipandang sukses memimpin PBNU 11 tahun terakhir.

Menurut Umarsyah, yang berhak menilai sukses tidaknya kepemimpinan Kiai Said adalah peserta Muktamar, bukan orang per orang apalagi pimpinan Banom NU.

Ia juga menyayangkan sikap Kiai Said yang menyatakan kesanggupan maju lagi karena ada permintaan dari Kiai sepuh.

"Andai Kiai Said klaim didukung kiai sepuh ya salah kaprah, Rois Aam PBNU itu pemimpin tertinggi NU. Kiai Said sebagai Ketua Tanfidzyah hanya menjalankan tugas dari Rais Aam. Saat ini Rais Aam KH Miftachul Akhyar," demikian kata Umarsyah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (24/11).

Ia juga mengaku heran, ada petinggi PBNU yang mengkritik terbuka terhadap Saifullah Yusuf, hanya karena sempat melontarkan bahwa 27 PWNU ingin Muktamar dipercepat.

Padahal, tambah Umarsyah, Gus Ipul sebagai Ketua PBNU hanya menyatakan sepakat dengan kehendak Rais Aam PBNU bahwa sebaiknya Muktamar gelarannya dipercepat.

"Saya heran hanya karena pernyataan ingin Muktamar NU dipercepat sampai muncul tudingan Gus Ipul provokatif segala macam," sesal Umarsyah.

Umar juga mengaku sepakat jika Muktamar di Lampung dipercepat. Ia beralasan, dengan forum musyawarah tertinggi Ormas NU itu dipercepat justru akan memberi kepastian kepada para nahdliyin.

Dalam pandangan Umarsyah, jika Muktamar ditunda sampai kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selesai justru akan memunculkan ketidakpastian.

Saat menutup perbincangan, Umar menyarankan pada para petinggi PBNU agar lebih fokus pada persiapan Muktamar.

Ia menyatakan tidak elok saat warga NU sedang fokus menyiapkan Muktamar justru petinggi PBNU malah memamerkan aksi dukung-mendukung.

"Lebih elok hentikan klaim dukung-dukungan, serahkan saja siapa yang memang layak jadi Ketua Umum kepada para Muktamirin. Yang paling berhak ya Muktamirin NU," pungkas pria asal Kota Metro Lampung ini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya