Berita

Perusahaan minyak milik negara Venezuela, Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA)/Net

Dunia

AS Perpanjang Sanksi terhadap Raksasa Minyak Venezuela

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 17:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) telah memperpanjang sanksi terhadap perusahaan minyak milik negara Venezuela, Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA). Sanksi tersebut akan berlaku hingga 1 Juni 2022.

Perpanjangan sanksi diumumkan oleh Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs resminya pada Rabu (24/11) waktu setempat.

"Semua transaksi dan aktivitas yang dilarang oleh Perintah Eksekutif 13850, terkait menyelesaikan operasi, kontrak, atau perjanjian lain di Venezuela yang melibatkan PDVSA atau entitas mana pun yang dimiliki PDVSA, secara langsung atau tidak langsung, yang terpengaruh pada 26 Juli 2019, diperpanjang hingga 1 Juni 2022," kata Departemen Keuangan AS.


Dengan aturan baru, Departemen Keuangan memperpanjang lisensi bagi sejumlah perusahaan minyak AS untuk beroperasi di Venezuela dan bertransaksi dengan PDVSA untuk keperluan pemeliharaan dan penghentian operasi.

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Chevron Corporation, Halliburton, Schlumberger Limited, Baker Hughes Holdings LLC, dan Weatherford International Public Limited Company.

Pemerintah Venezuela telah berulang kali mengecam sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya. Sanksi yang menargetkan PDVSA sendiri telah berlaku sejak 2017. Akibat dari sanksi, pendapatan Venezuela anjlok hingga 99 persen.

Pada Juni 2021, Departemen Keuangan AS telah memperpanjang sanksi serupa selama enam bulan. Sanksi tersebut menargetkan entitas yang tunduk pada sanksi AS untuk tidak melakukan transaksi dengan PDVSA.

Para analis menilai, dengan kelangkaan bahan bakar dan kenaikan bahan bakar minyak, sanksi AS dirancang untuk merangsang produksi. Dengan begitu, jumlah minyak mentah yang tersedia di pasaran meningkat dan harga turun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya