Berita

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo/RMOL

Politik

Bamsoet: Sebagus Apapun Sistem, Kalau Orangnya Tak Bermoral, Korupsi Akan Terus Terjadi

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 14:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Meskipun telah ada sistem yang bagus, korupsi akan terus terjadi selama orang-orangnya tidak bermoral.

Begitu ditegaskan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo, di acara penandatanganan MoU antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Gedung Juang Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Jakarta Selatan, Kamis siang (25/11).

"Jadi sebagus apapun sistem yang ada, kalau orangnya memang tidak bermoral, maka itu (korupsi) akan terus terjadi dan terus terjadi," ujar Bamsoet saat menjawab pertanyaan wartawan soal banyaknya pengusaha yang terlibat kasus korupsi di KPK mengaku diperas oleh penyelenggara negara.


Bamsoet mengatakan, pencegahan terjadinya perilaku koruptif harus dimulai dari pengusaha yang tegas menolak memberikan suap.

"Dan kita dikuatkan, sebagaimana disampaikan Pak Alex tadi, kalau suap persyaratan, perizinan, persyaratan tender, harga yang murah dan layak itu sudah sesuai, maka tidak ada alasan bagi siapa pun untuk memeras kita, atau meminta sesuatu kepada kita," jelas Bamsoet.

"Jadi dimulai lebih awal daripada pengusahanya. Kita mengingatkan, kita me-warning," sambung Ketua MPR RI ini.

Kerjasama antara KPK-Kadin pada hari ini, lanjut Bamsoet, memiliki makna bahwa Kadin atau para pengusaha tidak sendirian.

"Bahwa kita punya penegak hukum yang akan membela kita manakala kita diperlakukan tidak adil baik dalam perizinan, maupun dalam hal tender-tender yang dilakukan oleh berbagai kementerian atau lembaga maupun di pemerintahan daerah," pungkas Bamsoet.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya