Berita

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno/Net

Politik

Pengembangan Mobil Listrik Sebuah Keniscayaan dan Tidak Perlu Disangsikan Lagi

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 14:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seharusnya tidak memberikan pernyataan di ruang publik yang bisa mengganggu roadmap mobil listrik (electric Vehicle atau eV) yang sedang dikerjakan dan dikembangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Gugatan Ahok atas rencana tersebut justru akan menimbulkan kesalahpahaman di publik.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan, memiliki industri mobil listrik pada era kekinian adalah suatu keniscayaan yang harus segera dicapai Indonesia.

"Pengembangan mobil listrik khususnya buatan anak bangsa itu suatu keharusan," ujar Eddy Soeparno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/11).


Eddy mengingatkan bahwa industri mobil listrik bukan sakadar soal baterai. Tetapi, dengan baterai yang menjadi elemen kunci akan sangat bagus ketika Indonesia punya kerjasama dengan negara lain dalam proses pengembangan industri.

"Kita tidak berbicara sekadar pengembangan baterai, tetapi juga pengembangan komponen-komponen lainnya yang mulai diproduksi di Indonesia," katanya.

"Termasuk yang penting kan mesinnya, karena mesinnya kan berbeda pada pembuatan dan pengoperasiannya, saya kira teknologi itu yang saya kira perlu kita kuasai," sambung Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Dia berharap, ke depan semua elemen masyarakat tidak terkecuali pejabat publik untuk mendukung pengembangan industri mobil listrik yang juga menjadi keinginan Presiden Jokowi.

"Pengembangan ke depannya itu nggak perlu disangsikan lagi. Bahwa putra putri Indonesia bisa melakukan itu, kita bisa bikin pesawat kok, masak mobil listrik nggak bisa," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya