Berita

Ganjar bersama Megawati/Net

Politik

Tidak Sama dengan Jokowi, Faktor Puan Maharani Gagalkan Ganjar Raih Tiket Capres PDIP

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 13:56 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Meski mendapat dukungan dari relawan Joko Widodo, Ganjar Pranowo dimungkinkan gagal mendapatkan tiket calon presiden dari PDIP. Sebab, kondisinya tidak sama dengan kemunculan Joko Widodo yang ketika itu akhirnya disokong oleh PDIP.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah mengatakan, ketika akan menjadi Capres Jokowi adalah kader PDIP yang menonjol. Apalagi Jokowi tidak memiliki pesaing politik yang juga berasal dari partai yang sama.

Kondisi Ganjar Pranowo hari ini, kata Dedi sangatlah berbeda. Selain nampak "melawan" partai, Gubernur Jawa Tengah dua periode itu berhadapan dengan sosok Puan Maharani.


Secara politik, Puan bukan hanya Trah Megawati, tetapi juga sedang menjabat Ketua DPR RI yang berpeluang membuka kases politik seluas-luasnya.

"Selain trah Megawati, Puan adalah ketua DPR yang miliki akses cukup luas untuk lakukan konsolidasi, bahkan jauh lebih besar jangkauannya dibanding Ganjar," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/11).

Lebih lanjut, pengamatan Dedi, Ganjar hanya memiliki pendukung kuat di Jawa Tengah. Saat Ganjar hadir di masyarakat di luar Jawa Tengah, nampak animo masyarakat kepada mantan anggota DPR RI Fraksi PDIP itu tidak begitu besar.

"Semisal menghadiri helatan PON di Papua, faktanya ia tidak direspons publik secara ramai, kondisi ini bisa saja menjadi pertimbangan PDIP, bahwa Ganjar faktanya tidak begitu banyak miliki loyalis di luar Jateng," demikian kata Dedi.

Ganjar terbaru mendapatkan dukungan dari Relawan Jokowi Mania. Kelompok pemenangan Jokowi di Pilpres itu berubah bentuk menjadi Ganjar Pranowo Mania (GP Mania).

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya