Berita

Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Politik

Kata Ketua HMI, Ulah Ahok Membuktikan Pejabat Kita Tidak Punya Kode Etik Partnership

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 08:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penolakan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas wacana pembelian StreetScooter milik perusahaan mobil Deutsche Post DHL Group, Jerman, sebagai strategi pengembangan mobil listrik nasional dinilai tidak etis.

Sebab, penolakan disampaikan melalui kanal YouTube pribadi dan bukan disampaikan dalam forum resmi dalam kapasitas sebagai komisaris utama Pertamina.

Ketua PB HMI Ali Zakiyuddin menilai, secara etis, cara, dan sikap komunikasi Ahok terbilang politis dan jauh dari tradisi dialog bangsa Indonesia.


“Sebagai komisaris utama, beliau seharusnya bisa lebih wise dalam membicarakan urusan perseroan di wilayah publik. Menegur Dirut tidak harus dilakukan secara terbuka. Jangan seolah-olah menjadi pihak yang baik dan benar sendiri di internal perusahaan", ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/11).

Ali Zakiyuddin yakin keputusan bisnis yang diwacanakan oleh manajemen Pertamina sudah pasti memilki pertimbangan bisnis tertentu. Baik dari sisi brand image streetscooter maupun terkait dengan kesanggupan keuangan Pertamina itu sendiri.

Singkatnya, mengakuisisi perusahaan yang sudah berjalan dan memiliki pasar di banyak negara, dinilai sebagai sebuah langkah yang tepat.

Rencana pembelian StreetScooter itu, sambungnya, adalah bagian dari rencana corporate action yang tentunya dipikirkan secara matang, dan masih memerlukan beberapa tahapan termasuk due dilligent yang cermat dan hati-hati. Saat ini proses due dilligent masih berlangsung, sehingga sangat tidak tepat membocorkan rencana strategis confidential perusahaan kepada publik.

“Yang disayangkan atas apa yang dilakukan oleh Ahok ini adalah membuat situasi tidak nyaman bagi dunia investasi kita, karena hal ini membuktikan bahwa pejabat kita tidak memiliki kode etik dalam partnership, sehingga menurunkan tingkat kepercayaan partner global dalam berbisnis di Indonesia,” tegasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya