Berita

Direktur CIA William Burns/Net

Dunia

CIA Peringatkan Rusia, Jika Moskow Terkait dengan Sindrom Havana Harus Siap Tanggung Konsekuensi

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 08:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Central Intelligence Agency (CIA) memberikan peringatan kepada Rusia terkait konsekuensi jika Moskow memang terkait dengan Sindrom Havana yang menjadi perhatian komunitas intelijen Amerika Serikat (AS).

Mengutip pejabat AS, The Washington Post pada Rabu (24/11) melaporkan, Direktur CIA William Burns menyampaikan peringatan tersebut selama kunjungannya baru-baru ini ke Moskow. Ia juga membahas masalah tersebut dengan pejabat senior dari badan intelijen Rusia.

Burns memperingatkan para pejabat Rusia bahwa membahayakan personel diplomatik AS dan anggota keluarga mereka akan melampaui batas perilaku normal.


"Peringatan itu tidak berarti bahwa Washington menuduh Moskow melakukan kegiatan memfitnah itu, tetapi fakta bahwa Burns menyampaikan pesan semacam itu menunjukkan bahwa CIA memiliki kekhawatiran tentang kemungkinan keterlibatan Kremlin," tulis The Washington Post.

Moskow telah berulang kali membantah tuduhan keterlibatan dalam dugaan insiden Sindrom Havana.

Pada Juli, Burns mengatakan Rusia mungkin bertanggung jawab atas insiden tersebut tetapi pemerintah AS tidak memiliki bukti untuk membuat keputusan akhir.

Diplomat AS pertama kali didiagnosis dengan Sindrom Havana di Kuba pada 2016 dan kemudian di China pada 2018. Para diplomat mengatakan mereka mengalami suara menusuk yang menyebabkan efek kesehatan jangka panjang.

Diplomat AS di Rusia, Tajikistan, Austria dan di beberapa negara Afrika juga melaporkan mengalami gejala Sindrom Havana, termasuk mual dan pusing.

Pemerintah AS awalnya menyalahkan Rusia atas dugaan serangan tersebut, tetapi Moskow menolak tuduhan itu sebagai tidak berdasar dan tidak masuk akal.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya