Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Australia Tunggu Aba-aba Amerika untuk Boikot Olimpiade Beijing

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seruan boikot diplomatik atas penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin yang akan dilaksanakan di Beijing pada 2022 semakin kencang disuarakan sejumlah negara Barat.

Mengikuti langkah Amerika dan Inggris, Australia juga kini dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk tidak mengirim pejabat pemerintah ke pesta olah raga empat tahunan tersebut sebagai bentuk protes atas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Xinjiang, China.

Dilaporkan Sydney Morning Herald pada Kamis (25/11), politisi Australia dari koalisi Liberal-Nasional yang berkuasa dan partai oposisi Partai Buruh mendesak pemerintah untuk memboikot acara tersebut, yang akan diadakan pada Februari 2022.


"Keputusan tentang perwakilan (Australia) di Olimpiade Musim Dingin Beijing belum dibuat," kata juru bicara Menteri Olahraga Richard Colbeck, seperti dikutip dari Reuters menanggapi laporan tersebut.

Pekan lalu Presiden Joe Biden mengatakan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan boikot diplomatik Olimpiade, sebuah langkah yang akan ditujukan untuk memprotes catatan hak asasi manusia China, termasuk apa yang Washington katakan sebagai genosida terhadap minoritas Muslim.

Sementara Inggris belum membuat keputusan tentang siapa yang akan mewakili pemerintahnya di Olimpiade tetapi Perdana Menteri Boris Johnson tidak mendukung gagasan boikot, kata juru bicaranya awal pekan ini.

"Pemerintah Australia sedang menunggu keputusan oleh pemerintahan Biden sebelum menyerukan boikot diplomatik," kata laporan di Sydney Morning Herald.

Hubungan Australia dengan China, mitra dagang terbesarnya, memburuk setelah melarang Huawei dari jaringan broadband 5G pada 2018 dan menyerukan penyelidikan independen tentang asal-usul Covid-19. Beijing merespons dengan mengenakan tarif pada beberapa komoditas Australia.

Jika boikot diplomatik dilakukan, sebuah negara tidak akan mengirimkan delegasi ofisial, namun tetap mengijinkan atletnya untuk berpartisipasi.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya