Berita

Ilustrasi MUI/Net

Politik

Harus Dihentikan, Wacana Pembubaran MUI Berpotensi Munculkan Sikap Islamophobia

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 21:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Desakan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah ditangkapnya Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat oleh Densus 88 berpotensi memunculkan sikap Islamophobia.

Pandangan ini disampaikan pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (24/11).

Menurut Andi, MUI adalah benteng ruhaniah bagi umat Muslim di Indonesia. Kata dia, tidak ada alasan bagi siapapun untuk membubarkan organisasi para Ulama itu.


Dijelaskan Andi, jika wacana pembubaran MUI menjadi kenyataan, maka persepsi masyarakat yang menganggap rezim pemerintahan Jokowi Islamophobia akan menjadi kenyataan.

"Jika ada oknum yang terduga bermasalah maka oknum tersebutlah yang perlu diperbaiki bukan MUI nya yang dibubarkan," demikian kata Andi.

Ia mengaku sependapat dengan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani bahwa wacana pembubaran MUI berpotensi membenturkan umat Islam dengan pemerintah.

Analisa Andi, sejak isu pembubaran MUI mengemuka, nampak terlihat sasarannya adalah pemerintah.

"Karena posisi MUI yang selama ini kritis terhadap pemerintah, dan pemerintah dianggap memiliki otoritas dan bisa mendesain apa saja, termasuk membubarkan MUI," pungkasnya.

Andi menyarankan pada pemerintahan Joko Widodo agar menegaskan bahwa pihaknya tidak terkait dengan wacana pembubaran MUI.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya