Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Harapan Jokowi, 4 Tahun Lagi Indonesia Bisa Produksi Mobil Listrik

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 14:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Optimisme tinggi disampaikan Presiden Joko Widodo dalam membangun industri mobil listrik tanah air. Bahkan dia yakin 3 hingga 4 tahun lagi Indonesia bisa memproduksi mobil listrik di dalam negeri.

Keyakinan ini disampaikan langsung saat Rakornas Kementerian Investasi, Rabu (24/11).

Diurai Presiden Jokowi bahwa pemerintah sudah menyiapkan langkah menuju cita-cita tersebut. Salah satunya dengan menghentikan ekspor material mentah, seperti bijih nikel. Nikel harus diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi di Indonesia sebelum diekspor.


Selanjutnya, bauksit, tembaga, dan timah juga akan dilakukan hal serupa demi membangun industri yang menghasilkan nilai tambah.

Jangka panjangnya,  Jokowi berharap Indonesia bisa memproduksi baterai lithium hingga mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan.

"Di sini ada tembaga, nikel, besi baja, mengintegrasikan baterai lithium dijadikan lagi mobil listrik. Nilai tambah bisa berlipat-lipat. Itu yang belum dilakukan dan itu akan kejadian insyaallah di 3 hingga 4 tahun lagi," harapnya.

Hilirisasi di Indonesia diyakini bisa memberi nilai tambah yang bisa diraup beberapa kali lipat. Pemerintah juga bisa mendapat pendapatan tambahan dari royalti, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), bea keluar, hingga PPN.

Contohnya adalah komoditas timah yang 4 tahun lalu nilai ekspornya hanya 1,1 miliar dolar AS meningkat menjadi 20 miliar dolar AS pada tahun ini. Hal tersebut karena timah tidak lagi diekspor sebagai barang mentah. Tapi sudah dalam bentuk jadi atau setengah jadi.

“Itu yang namanya nilai tambah di situ," imbuhnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya