Berita

Potongan gambar pria bertelanjang dada yang mengancam Presiden Jokowi/Repro

Presisi

Polres Jakarta Utara Tangkap Pria Bertelanjang Dada Pengancam Presiden Jokowi

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 12:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polres Metro Jakarta Utara berhasil menangkap pria bertelanjang dada pengancam Presiden Joko Widodo yang videonya viral di media sosial.

“Sudah diamankan oleh Polrestro Jakarta Utara,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu siang (24/11).

Sebelumnya, pria yang bertelanjang dada mengaku sebagai dewa berwujud manusia mengancam Presiden Joko Widodo untuk beradu nyawa.


Dalam video berdurasi tiga menit lebih itu, ia menilai bahwa Jokowi tidak pantas untuk menjadi Presiden Indonesia. Pasalnya, menurut pria yang identitasnya belum diketahui ini, Jokowi gagal dalam mengurus negara. Bahkan secara lantang ia menuding bahwa Jokowi merupakan koruptor utama di republik ini.

"Dia protokolnya, protokol apaan itu? Kerjaannya apa dia? Hah? Ngurus negara gak bisa. Ngurus covid gak bisa. Korupsi aja bisa. Siapa dia? Semua orang se-Indonesia benci sama dia. Gak tahu diri dia, gak mau turun juga," kata pria bertelanjang dada itu yang videonya dilihat redaksi, Selasa malam (23/11).

Kemudian, pria ini menantang Presiden Jokowi untuk adu nyawa jika tidak mau turun dari jabatannya. Ia bahkan memintar agar videonya ini disebarluaskan di Indonesia dan tidak takut jika dilaporkan polisi.

"Sebar luaskan se-Indonesia, laporin polisi, gue mau terkenal, Jokowi harus turun, enggak pantes dia," tantang pria ini.

"Satu minggu gue kasih lu waktu, minta maaf sama gue, gue jadiin sekutu. Kalau enggak adu nyawa sama gua. Terimakasih," pungkasnya menandaskan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya