Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Abaikan China, Turki dan Rusia, Amerika Undang Taiwan ke KTT untuk Demokrasi Bulan Depan

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 11:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Taiwan menjadi salah satu peserta yang diundang untuk menghadiri KTT Demokrasi yang akan digelar pada Desember mendatang, di mana AS menjadi tuan rumah. Sudah bisa diduga, langkah ini tentu saja akan memunculkan kemarahan China.

'Summit for Democracy' ini  baru pertama kali diselenggarakan,  dan akan menjadi ujian dari pernyataan Presiden Joe Biden, yang diumumkan dalam pidato kebijakan luar negeri pertamanya pada Februari lalu, bahwa ia akan mengembalikan Amerika Serikat ke kepemimpinan global untuk menghadapi kekuatan otoriter yang dipimpin oleh China dan Rusia.
Reuters
melaporkan pada Rabu (24/11), acara yang akan dihadiri oleh sekitar 110 negara itu akan digelar secara virtual pada 9 dan 10 Desember, dan bertujuan untuk membantu menghentikan kemunduran demokrasi dan erosi hak dan kebebasan di seluruh dunia.

Tidak ada China atau Rusia dalam daftar undangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri AS tersebut.

Tidak ada China atau Rusia dalam daftar undangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri AS tersebut.

Undangan untuk Taiwan datang di tengah meningkatnya tekanan China kepada sejumlah negara untuk menurunkan atau bahkan memutuskan hubungan dengan Taiwan, yang dianggap oleh Beijing tidak memiliki hak untuk disebut sebagai negara.

Kelompok hak asasi telah mempertanyakan apakah KTT yang dirancang Biden untuk Demokrasi ini dapat mendorong para pemimpin dunia yang diundang untuk mengambil tindakan yang berarti.

Daftar undangan Departemen Luar Negeri, sementara itu, menunjukkan acara tersebut tidak hanya akan menyatukan negara pemilik demokrasi yang matang seperti Prancis dan Swedia, tetapi juga akan menyatukan negara-negara seperti Filipina, India dan Polandia, di mana para aktivis mengatakan demokrasi berada di bawah ancaman.

Di Asia, beberapa sekutu AS seperti Jepang dan Korea Selatan diundang, sementara yang lain seperti Thailand dan Vietnam tidak. Absen penting lainnya adalah sekutu AS Mesir dan Turki. Sementara hanya dua negara perwakilan dari Timur Tengah yang akan diundang, Israel dan Irak.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya