Berita

Hizbullah/Net

Dunia

Australia Tetapkan Hizbullah Sebagai Kelompok Teroris

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 10:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan Hizbullah sebagai organisasi teroris pada Rabu (24/11) waktu setempat, memperluas larangan yang ada terhadap unit-unit bersenjata ke seluruh organisasi kelompok  yang memiliki kekuasaan besar atas Lebanon tersebut.

AFP melaporkan, Menteri Dalam Negeri Karen Andrews dalam keterangannya mengatakan bahwa kelompok Syiah yang didukung Iran itu terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris, serta menimbulkan ancaman nyata bagi Australia.

Dengan demikian Australia akan melarang seluruh keanggotaan organisasi atau menyediakan dana untuk kelompok tersebut.


Sejumlah negara Barat telah lebih dulu menetapkan Hizbullah sebagai kelompok teroris, meskipun beberapa negara enggan memberikan sanksi kepada sayap politik kelompok itu, karena khawatir hal itu dapat mengganggu stabilitas Lebanon dan menghambat kontak dengan pihak berwenang.

Hizbullah adalah satu-satunya pihak yang sampai saat ini menolak untuk dilucuti senjatanya sejak perang saudara yang menghancurkan negara itu berakhir pada tahun 1990.

Keputusan Australia datang ketika Lebanon terhuyung-huyung dari krisis politik dan ekonomi yang meningkat, di mana hampir 80 persen penduduk diperkirakan hidup di bawah garis kemiskinan.

Selain Hizbullah, Andrews juga mengumumkan bahwa Australia akan mendaftarkan kelompok sayap kanan The Base.

“Mereka adalah kelompok neo-Nazi rasis yang kejam yang diketahui oleh badan keamanan merencanakan dan mempersiapkan serangan teroris,” kata Andrews.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya