Berita

Koordinator aksi buruh di Balaikota Bandung, Hermawan/Ist

Nusantara

Jika Usulan Kenaikan UMK 10 Persen Tak Digubris, Serikat Buruh Ancam Lumpuhkan Kota Bandung

SELASA, 23 NOVEMBER 2021 | 15:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kenaikan upah minumum kota (UMK) yang masih jauh dari harapan memaksa para buruh menggelar aksi di Balaikota Bandung, Selasa (23/11). Bahkan, massa mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah lebih banyak, jika permintaan mereka terhadap Walikota Bandung, Oded M Danial, mau mengusulkan kenaikan UMK 2022 sebesar 10 persen kepada Pemprov Jabar tidak digubris.

"Hari ini kita aksi pemanasan, karena kita ingin melakukan kondisi secara persuasif terlebih dahulu, kami hanya perwakilan dari pengurus di tingkat DPC perserikat 10 orang," kata Koordinator aksi, Hermawan, di Gerbang Balai Kota Bandung, Selasa (23/11).

Hermawan yang juga Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) ingin Oded memerhatikan dengan serius aspirasi tersebut. Pasalnya, kenaikan UMK sebesar 10 persen merupakan suatu hak mendesak mengingat kebutuhan para pekerja semakin meningkat.


"Masa naik cuma Rp 30 ribu, cukup buat apa? Masker saja sudah berapa sekarang harganya. Maka harapan kami Walikota Bandung melihat kondisi ini secara objektif di lapangan jangan hanya takut sama Menteri Dalam Negeri, takut ada sanksi lah," ucapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Hermawan menegaskan, jika Oded tidak mengakomodir aspirasi dari serikat buruh, pihaknya mengancam akan menurunkan massa aksi lebih banyak.

"Walikota tidak ada, kami tunggu sampai jam 00.00 WIB nanti. kalau sampai tengah malam nanti tidak ada komunikasi bahkan tidak ada peningkatan rekomendasi besok kami pastikan akan hadir lagi di Balai Kota dengan eskalasi lebih besar lagi," tegasnya.

"Kalau hari ini kita hanya 10 orang perserikatan, besok kita pastikan 100 orang per serikat, minimal besok seribu orang sudah ada di sini. Tentu kami akan all out pada 25 Desember, kami akan lumpuhkan Kota Bandung. Seluruh buruh di Kota Bandung akan turun ke jalan bersama-sama," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya