Berita

Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra/RMOL

Politik

Bicara Pasangan Capres 2024, Jangan Lupakan Prabowo, Airlangga dan AHY

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 16:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Terkait simulasi nama calon presiden dan calon wakil presiden 2024, sosok Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, dan beberapa ketua umum partai lainnya tidak boleh dilupakan.

Demikian pernyataan pengamat politik Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL merespons simulasi pasangan Capres yang dilemparkan Hendri Satrio.

Menurut Direktur Mahara Leadership ini, menyambut Pilpres 2024 yang keadaan politiknya berbeda dari sebelumnya gimmick politik sah-sah saja.


Kata Iwel, meski Pilpres masih menbutuhkan waktu 2,5 tahun lagi, gaung bunyinya memang kuat. Sebab, Jokowi sudah tidak bisa maju di Pilpres 2024 mendatang.

"Berbagai spekulasi dan prediksi pun bermunculan termasuk gimmick politik. Bentuk gimmick politik tersebut antara lain memunculkan nama-nama calon presiden berikut pasangan wakil presiden," demikian kata Iwel kepada, Senin (22/11).

Dalam pandangan Iwel, gimmick politik memunculkan pasangan Capres bertujuan untuk melihat seperti apa respons masyarakat terhadap para tokoh yang berpotensi maju di Pilpres.

"Ibarat kata pepatah sambil menyelam air sekaligus mencoba membaca respons masyarakat," tandas Iwel.

Meski demikian, Iwel mengingatkan bahwa memunculkan nama paket Capres tidak boleh meninggalkan para Ketua umum Partai.

Argumentasi Iwel, pasangan Anies Baswedan dan Erick Thohir yang dimunculkan Hendri Satrio justru sulit dibayangkan.

Secara politik, tambah Iwel, kedua tokoh itu bukanlah petinggi partai.

"Jangan dilupakan nama-nama seperti Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, AHY, Muhaimin Iskandar, yang memiliki peluang menjadi Capres maupun Wapres karena sudah memiliki modal partai pengusung," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya