Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Politik

Sebut Kasus Nirina Zubir jadi Momen Berantas Mafia Tanah Tunjukan Kelemahan Puan Pimpin DPR

SABTU, 20 NOVEMBER 2021 | 20:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pernyataan Puan Maharani bahwa kasus Nirina Zubir harus menjadi momentum berantas mafia tanah justru menunjukan kegagalannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (20/11).

“Dengan statemen seperti ini, menandakan dan menunjukkan betapa lemahnya dia dan institusi dia (DPR) soal pengawasan,” kata Adib.


Praktik-praktik mafia tanah ini, dikatakan Adib sudah berlangsung lama dan seakan luput dari pengawasan DPR RI. Ia memberi contoh saat ratusan hektare tanah di Pantura Tangerang, milik warga yang dicapolok oleh mafia tanah tidak pernah selesai hingga saat ini.

“Apa jangan-jangan karena ada maksud mendulang elektabilitas guna 2024 dia baru tergerak?” tanya Adib.

Menurut Adib, Puan dengan kapasitasnya sebagai Ketua DPR RI mampu memanggil Kapolri, Jaksa Agung bahkan Menteri ATR/BPN guna mendapat gambaran secara utuh persoalan mafia tanah yang terjadi.

“Bikin tim ad hoc atau tim khusus lain untuk selesaikan mafia tanah. Disitulah keberpihakan kepada rakyat. Harus ada langkah politik extraordinary. Kenapa masalah mafia tanah terkatung-katung,” pungkas Adib.

Sebelumnya, Puan menyoroti maraknya kasus mafia tanah yang sangat merugikan masyarakat belakangan ini. Dia meminta pemerintah bersama jajaran penegak hukum memberantas aksi-aksi mafia tanah. Puan melihat, kasus perampasan aset tanah yang dialami artis Nirina Zubir hanyalah salah satu contoh kasus mafia tanah yang banyak dialami warga masyarakat.

“Kasus Nirina Zubir harus menjadi momentum pemberantasan mafia tanah sampai akar-akarnya,” tegasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya