Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menyerahkan bansos kepada pekerja seni di Candi Prambanan Yogyakarta/Ist

Presisi

Serahkan Bansos ke Pekerja Seni di Yogyakarta, Kapolri: Mudah-mudahan Bermanfaat

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 22:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Disela kunjungan kerja (kunker) ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan bantuan sosial (bansos) ke pekerja seni yang terdampak Covid-19.

Sigit berharap, pemberian bansos ini dapat meringankan beban para pekerja seni yang perekonomiannya terdampak akibat Pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi seniman yang ada di sini," kata Sigit di Yogyakarta, Jumat (19/11).


Saat menyerahkan bansos, mantan Kabareskrim Polri ini menyempatkan berbincang dengan salah satu pekerja seni yakni penari. Ia pun menanyakan kondisi sektor kesenian dan kebudayaan di Candi Prambanan, DIY.

Para penari pun mengaku sangat terdampak dengan pandemi Covid-19. Dimana kegiatan pementasan tidak ada sama sekali lantaran tak adanya pengunjung.

"Di Yogya juga sepi tidak ada pengunjung itu berpengaruh sekali karena di Ramayana ini hadirnya pengunjung itu berpengaruh kepada pementasan yang ada di Ramayana Prambanan," ujarnya.

Penari lainnya menambahkan bahwa kondisi pandemi yang mulai membaik membuka harapan pementasan tari kembali menggeliat.

Dengan kondisi pandemi yang mulai bisa dikendalikan, Kapolri berharap kegiatan seni dan budaya kembali normal. Namun, mantan Kapolda Banten ini menitipkan pesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat pementasan berlangsung.

Ia pun memberi semangat kepada penari agar tetap berlatih. Sebab menurutnya saat ini susah untuk mencari penari muda yang melestarikan seni dan budaya.

"Mudah-mudahan semua kembali normal dan titip pesan prokesnya tetap diperkuat agar angka Covid-19 bisa ditekan," ujarnya.

Adapun sasaran penerima bantuan sosial yakni sebanyak 700 paket seniman Ramayana Balet berupa sembako mulai dari beras, minyak goreng, mie instan, gula, susu hingga teh.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya