Berita

Ketimbang terkesan sasar Umat Islam Densus 88 disarankan tangani KKB Papua/Net

Politik

Korbannya Jenderal sampai Nakes, Densus 88 Harus Segera Tangani Teror KKB Papua

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 21:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sudah terlalu banyak korban jatuh di Papua, seharusnya membuat Detasemen Khusus anti Teror 88 Polri turun tangan ke Bumi Cendrawasih.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran mengatakan, ketimbang menangani dugaan teror yang kesannya menyasar umat Islam lebih baik menindak kelompok kriminal bersenjata Papua.

Argumentasi Andi, jika membandingkan efek destruksi, KKB Papua jauh lebih berbahaya. Alasannya, tidak hanya berdimensi kriminal tetapi sudah masuk kategori makar.


"Sudah terlalu banyak korban yang jatuh, dari jenderal sampai tenaga kesehatan (Nakes). Kesan yang ada saat ini bahwa Densus 88 justru lebih fokus kepada menangani dugaan kasus teror yang dilakukan oleh umat Islam," demikian penjelasan Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (19/11).

Lebih lanjut, Andi menyarankan Densus agar segera menyusun desain cara untuk menghadapi tindakan teror KKB Papua. Termasuk penegakan hukum yang terjadi di Papua.

"Kasus papua tidak sekadar persoalan gangguan keamanan karena faktor eksternal dan upaya pemisahan diri dari NKRI tetapi juga sangat kental tindakan terornya," pungkasnya.

Terbaru, Densus 88 menangkap 3 Ustaz di Bekasi, Jawa Barat. Salah satunya Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ahmad Zain an Najah.

Tiga orang itu diduga terafiliasi ke dalam kelompok Jamaah Islamiyah.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya