Berita

Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Aminuddin Maruf/RMOL

Politik

Tolak Desakan Pembubaran, Stafsus Jokowi: MUI Sangat Dibutuhkan Umat dan Pemerintah

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 20:27 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Muncul desakan pembubaran organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Desakan itu muncul menyusul ditangkapnya satu anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah oleh Densus Anti Teror 88 Polri.

Merespons desakan itu, Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Aminuddin Maruf menegaskan bahwa tidak hanya saat ini, di masa mendatang MUI masih sangat dibutuhkan umat Islam dan Pemerintah.

Selama ini, kata mantan Ketua Umum PB PMII ini, MUI tidak hanya menjadi benteng keberagamaan, tapi juga benteng dalam menjaga NKRI.


Stafsus Jokowi dari unsur milenial ini mengatakan bahwa pemerintah melihat MUI adalah lembaga yang sangat penting dalam menjaga akidah, moral, dan akhlak ummat.

Apalagi, kata Aminuddin, MUI telah menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Bentuk nyatanya, MUI membentuk Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET).

Terkait dengan penangkapan salah satu anggota pengurus MUI pusat, Amin melihat itu sifatnya personal.

"Jangan kesalahan personal dibebankan kepada organisasi yang di dalamnya terdapat ribuan ulama moderat," demikian kata Amin, Jumat petang (19/11).

Amin juga meyakini, usai tertangkapnya salah anggotanya, MUI akan menjadikan momentum untuk konsolidasi internal.

Tujuannya, kata Amin, untuk mencegah insiden serupa.

"MUI adalah pegangan ummat dalam menghadapi berbagai masalah yang semakin kompleks. Kita masih sangat membutuhkan MUI," pungkas Pemuda asal Karawang, Jawa Barat itu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya