Berita

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid/Ist

Politik

KKB Tembaki Polisi Papua, HNW: Seandainya Densus 88 Bergerak...

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 18:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kontak senjata antara Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Polsek Sugapa, Intan Jaya, Papua baru-baru ini disayangkan pimpinan MPR RI.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan, insiden kontak senjata di Papua seharusnya bisa dihindari jika tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bergerak cepat.

"Seandainya Densus 88 bergerak di Papua, peristiwa penembakan KKB kemarin bisa dihindari dan tidak terjadi. Densus 88 bisa melakukan cegah tangkal, menangkap sebagaimana yang mereka lakukan terhadap tiga terduga (ulama) kemarin itu,” ucap Hidayat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/11).


HNW mengatakan, KKB di Papua sudah lama bermukim dan melakukan aksi terornya kepada warga sipil dan aparatur penegak hukum. Kekerasan mereka sudah terbukti dengan rentetan penembakan kepada aparat hukum, baik kepolisian maupun militer.

"Mereka menembaki polisi sampai meninggal. Itu yang sebenarnya (disebut) teroris. Jelas KKB itu organisasi teroris di Papua, apa alasan Densus 88 tidak turun? Mereka telah meneror kepolisian dan TNI,” kritiknya.

Wakil Ketua Dewan Syuro PKS ini menyayangkan ketidakhadiran Densus 88 Antiteror di Papua dan terkesan sibuk menangkap tiga ulama yang belum terbukti melakukan aksi teror.

"Aneh saja, coba Densus 88 sejak dulu turun ke Papua. KKB adalah kelompok teroris dan korbannya bukan hanya masyarakat sipil, tapi TNI, Polri, Brimob, ada sekolah, puskesmas. Ke mana Densus 88, masa mereka tega membiarkan sahabat (aparat) di garda terdepan meninggal," lanjutnya.

Oleh karenanya, ia mendesak agar Densus 88 Antiteror segera turun ke Papua dan memberantas kelompok KKB yang sudah dilabeli teroris.

"Kalau tidak turun maka akan membenarkan kecurigan publik, (bahwa) Densus 88 menyasar kelompok umat Islam," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya