Berita

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat/Ist

Politik

Tinjau Pelabuhan Patimban yang Direbutkan Korsel dan China, Luhut: Cikal Bakal 4,3 Juta Lepangan Kerja

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 13:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Proyek Pelabuhan Patimban Subang, Jawa Barat diharapkan menjadi stimulator pengembangan wilayah dan berkontribusi memangkas waktu tempuh distribusi dari kawasan industri ke pelabuhan.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan saat meninjau pelabuhan yang diklaim diperebutkan China, Korea Selatan, dan Jepang ini bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Jumat (19/11).

"Pelabuhan Patimban ini akan menjadi cikal bakal Kawasan Regional Metropolitan Rebana yang dapat menciptakan 4,39 juta peluang pekerjaan tahun 2030, dan laju pertumbuhan ekonomi sampai 7,16 persen untuk Provinsi Jawa Barat," kata Luhut.


Kedatangan Luhut tersebut juga untuk mengevaluasi operasional pelabuhan yang sudah hampir satu tahun beroperasi.

Beberapa yang menjadi fokus adalah konektivitas jalur pantura dan akses jalan tol, kondisi operasional pelabuhan dan besaran muatan, juga ketersediaan sarana-prasarana pendukung seperti air, listrik, bahan bakar minyak (BBM).
 
Ia lantas memaparkan keinginan Presiden Jokowi agar Pelabuhan Patimban mendukung ekspor produk selain otomotif, seperti menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk lain agar mampu bersaing di pasar global.

"Oleh karena itu, Pelabuhan Patimban ini sangat perlu kita dorong progresnya," katanya.

Di tempat yang sama, Menhub Budi Karya menyebut progres pembangunan paket satu sudah selesai 100 persen, terdiri dari terminal peti kemas 35 hektare dengan kapasitas 250 ribu TEUs, terminal kendaraan 25 hektare berkapasitas 218 ribu CBU, area reklamasi 60 hektare, dan area kolam 10 meter.
 
"Ini 60 hektare sudah direklamasi dan sudah bisa ekspor mobil 200 ribu dan kontainer sudah bisa 300 ribu. Ini masih kerja sama dengan Jepang Pak," kata Budi Karya kepada Luhut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya