Berita

Anggota DPD RI. Fahira Idris/Ist

Politik

Bangun Karakter Anak Bangsa untuk Cegah Hilangnya Generasi Pancasila

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 23:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bagi sebuah negara, karakter bangsa adalah hal yang paling utama. Tanpa karakter yang kuat dan berakar, sebuah bangsa tinggal menunggu kehancurannya saja.

Indonesia yang beragam suku bangsa, agama, budaya, dan bahasa sangat beruntung karena para pendiri bangsa ini pada 1945 berhasil memformulasikan dan mewariskan Pancasila sebagai basis utama pembangunan karakter bangsa. Selain sebagai ideologi dan falsafah negara.

Menurut anggota DPD RI, Fahira Idris, karakter bukan hanya tanda bahwa sebuah bangsa eksis di dunia, tetapi juga ‘kendaraan’ bagi sebuah negara untuk melompat maju.


Sebuah negara akan kokoh meraih maju dan tidak terombang-ambang jika mempunyai karakter yang kuat. Tanpa karakter yang kuat dan berakar, sebuah bangsa akan kehilangan generasi penerusnya.

Oleh karena itu, karakter harus dibangun dan dibentuk agar sebuah bangsa menjadi bermartabat di mata rakyatnya dan di mata dunia.

“Pancasila sudah menyediakan konsep, prinsip dan nilai yang merupakan faktor endogen bangsa Indonesia dalam membentuk karakternya," ujar Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (18/11).

"Oleh karena itu, aktualisasi nilai-nilai Pancasila yang sesuai dengan semangat dan tantangan zaman sangat penting bagi pembangunan karakter bangsa untuk mencegah hilangnya generasi Pancasila,” imbuhnya.

Ditambahkan Fahira, perkembangan dan kemajuan zaman dalam berbagai bidang merupakan peluang sekaligus tantangan utama pembentukan karakter sebuah bangsa, tidak terkecuali Indonesia.

Kemajuan teknologi informasi ini juga terkait erat dengan apa yang disebut new colonization in culture (penjajahan baru di bidang kebudayaan).

Di satu sisi, kemajuan teknologi informasi mempercepat tergerusnya jati diri karakter anak bangsa dengan budaya dan karakter yang berseberangan dengan Pancasila. Misalnya pandangan hidup yang pragmatis, transaksional, hedonistik, materialistik dan sekularistik.

Semakin deras nilai-nilai ini masuk maka nilai-nilai religiusitas akan tergerus dan gaya hidup yang mengumbar syahwat akan dominan.

Derasnya arus globalisasi dan kecepatan kemajuan teknologi informasi saat ini, sambung Fahira, menjadi peluang sekaligus tantangan besar untuk tetap mengokohkan Pancasila sebagai basis pembangunan karakter bangsa generasi muda.

“Oleh karena itu pembangunan karakter bangsa harus diarahkan untuk membentuk karakter anak bangsa yang tangguh dan kompetitif, memiliki akhlak mulia, bermoral, toleran, berjiwa patriotik, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila," paparnya

"Dengan arah ini maka kemajuan teknologi tidak lagi menjadi tantangan berat, tetapi malah akan menjadi alat bagi bangsa ini memperkuat karakternya menuju bangsa yang maju,” pungkas Fahira Idris.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya