Berita

Direktur Eksekutif Indostrategic, Akhmad Khoirul Umam/RMOL

Politik

Penundaan Muktamar Momen NU Cari Figur Calon Ketua Umum Alternatif

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 21:56 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Munculnya rencana penundaan pelaksanaan Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung dinilai sebagai momentum untuk mencari figur calon ketua umum alternatif.

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Akhmad Khoirul Umam mengatakan, mencari figur alternatif sangat penting untuk menurunkan potensi konflik di internal NU.

Figur itu bisa dicari oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang (PC) menyikapi dua gerbong yang muncul. Sebagaimana jelang muktamar, dua sosok yang menguat menakhodai NU 5 tahun mendatang adalah KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf.


"Calon alternatif ini bisa menjadi pertimbangan untuk menurunkan tensi dalam kompetisi Muktamar yang diwacanakan mundur pelaksanaannya karena pertimbangan teknis kebijakan kontra-pandemi," demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (18/11).

Menurut pria yang juga Dosen Ilmu Politik dan International Studies, Universitas Paramadina ini, ada beberapa nama yang potensial menjadi figur alternatif.

Beberapa nama itu diantaranya: Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Ketua Umum RMI PBNU, Abdul Ghafar Rozzin (Gus Rozin) dan Rois Syuriah PCINU Australia, Gus Nadirsyah Hosen.

"Beberapa nama yang potensial antara lain, KH Marzuki Mustamar, Gus Rozin dan Gus Nadirsyah Hosen," pungkas Umam.

Sekjen PBNU Helmy Faishal menjelaskan, Muktamar ditunda karena keputusan pemerintah menerapkan PPKM level 3 pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022.

Panitia Muktamar NU sendiri memastikan hingga saat ini belum ada jadwal terkait waktu penyelenggaraan Muktamar.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya