Berita

Ketua Setara Institute, Hendardi/Net

Politik

Bukan Dibubarkan, Setara Institute Sarankan MUI Berbenah Total Usai An Najah Dicokok Densus

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 21:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Operasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang menangkap pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) disayangkan Setara Institute.

Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, penangkapan anggota Komisi Fatwa MUI, Ahmad Zain An Najah, oleh Densus 88 karena diduga terlibat dengan kelompok terorisme mengonfirmasi adanya penyusupan sistemik paham radikal di institusi pemerintahan.

"MUI seharusnya menjadi jangkar moderatisme Islam," ujar Hendardi kepada redaksi pada Kamis (18/11).


Tak seperti sejumlah pihak yang mendesak pemerintah agar menutup atau membubarkan MUI, penangkapan An Najah menurut Hendardi seharusnya menjadi momentum perbaikan oleh MUI.

"Harus menjadi momentum koreksi serius bagi MUI untuk melakukan upaya-upaya ekstra memastikan kelembagaan MUI tidak menjadi instrumen promosi intoleransi. Bukan hanya MUI di tingkat Pusat, MUI di berbagai tingkatan juga mesti berbenah," sarannya.

Lebih lanjut, Hendardi mengapresiasi Densus 88 Antiteror yang berhasil menindak dan memberantas terorisme yang ada di berbagai institusi pemerintahan.

Karena itu dia berpendapat, narasi Islamphobia yang dihembuskan di balik setiap upaya negara memberantas terorisme adalah bagian  dari counter attack yang sengaja dihembuskan untuk memperlemah kinerja pemberatasan terorisme.

"Sepanjang bukti permulaan telah cukup, maka tindakan penegakan hukum atas tindakan terorisme sahih untuk dilakukan. Prinsip due process of law harus terus menjadi pedoman Densus 88, sehingga upaya pemberantasan terorisme tidak dianggap sebagai tindakan politik negara melemahkan kelompok-kelompok tertentu," tutupnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya