Berita

Duta Besar Indonesia untuk Beirut Hajriyanto Thohari/Repro

Politik

Hajriyanto Thohari Harap Aisyiyah Perluas Gerakan di Level Internasional

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 20:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Aisyiyah diharapkan bisa mengembangkan dakwah dan kiprahnya yang lebih luas lagi, tidak hanya level lokal dan nasional.

Lebih jauh daripada itu, organisasi yang menaungi perempuan Muhammadiyah itu diminta memperluas jangkauan gerakannya hingga level internasional.

Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Beirut Hajriyanto Thohari dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dikutip Kamis (18/11).


Hajriyanto menyatakan, selama ini tidak ada yang meragukan kontribusi ‘Aisyiyah dalam upaya pemberdayaan perempuan di tingkat nasional. Akan tetapi, Hajriyanto Tohari menginginkan peran ‘Aisyiyah turut pula dirasakan tidak hanya untuk masyarakat Indonesia saja tetapi juga dunia.

“Dalam konteks internasionalisasi ‘Aisyiyah, maka ‘Aisyiyah saya rasa perlu melakukan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional,” kata Hajriyanto.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyarankan, ‘Aisyiyah mulai mengagendakan kunjungan-kunjungan maupun pertemuan-pertemuan dengan gerakan-gerakan perempuan di seluruh dunia.

Kata Hajrianto, 'Aisyiyah bisa mengawali dari lingkaran negara-negara di Organisasi Kerjasama Islam atau OKI, terutama yang berbasis di Timur Tengah.

Menurut mantan Wakil Ketua MPR RI ini, Internasionalisasi gerakan ‘Aisyiyah ini berguna tidak sekadar ekspansi organisasi, tetapi juga ekspansi paham pemikiran keagamaan.

Sebab, mantan Anggota DPR Fraksi Golkar itu menilai, selama ini tafsir keagamaan terutama yang menyangkut hajat hidup perempuan didominasi dari konteks dan perspektif negara-negara Timur Tengah.

Atas dasar itu, dialog antara ‘Aisyiyah dengan jaringan perempuan muslim di Timur Tengah ini setidaknya agar terjadi tukar pikiran dan pendapat.

“Kerjasama ini bisa diawali di negara-negara Timur Tengah agar bisa tembak langsung ke dunia Arab dalam rangka untuk menjebol stagnasi dan kemandekan perempuan. Ini akan memiliki efek atau dampak yang sangat besar di dunia Islam,” ucap penulis buku Anthropology of the Arabs ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya