Para pengusaha dan perusahaan-perusahaan nasional di Amerika Serikat masih terus berjuang mencari karyawan di tengah krisis tenaga kerja dalam beberapa bulan belakangan ini.
Krisis tenaga kerja terjadi diakibatkan tingginya tingkat karyawan yang berhenti dari pekerjaan mereka dan sebagian besar pulang ke kampung halaman saat penguncian banyak diberlakukan di tengah epidemi Covid-19.
Meskipun jutaan orang telah kembali ke pekerjaan mereka saat bisnis dibuka kembali, pada kenyataannnya jumlah mereka tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan tenaga saat ini.
Banyak perusahaan yang membentangkan l,owongan pekerjaan tetapi sedikit sekali yang meresponnya. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 10 juta pekerjaan tidak terisi pada akhir Agustus, menurut laporan, seperti ditulis
AFP, Rabu (17/11).
Data dariu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pada September 2021, lebih dari 4,4 juta orang Amerika mengundurkan diri dari pekerjaan mereka, sedikit lebih banyak dari bulan Agustus.
Berbanding terbalik dengan kosongnya tenaga kerja, tingkat lowongan pekerjaan di seluruh AS berada pada titik tertinggi sepanjang masa, sejak bisnis dibuka kembali. Pertokoan di Savannah, Georgia, misalnya. Para pengusaha di sana sampai harus melakukan kampanye besar-besaran untuk mendapatkan tenaga kerja dan meningkatkan nilai upah.
Seorang pengusaha mie mengatakan, krisis tenaga kerja mungkin disebabkan karena mereka masih khawatir dengan ganasnya Covid, dan meilih untuk tetap di kampung halamannya sampai situasi benar-benar aman, Atau bisa juga karena persaingan di antara sesama pencari kerja yang saling berlomba memberi upah besar.
Sementara yang lain mengatakan, kemungkinan juga karena dampak stimulus pemerintah yang menyebabkan orang sedikit malas untuk meraih kesempatan kerja yang upahnya lebih kecil.
Penyebab krisis tenaga kerja memang beragam. Mulai dari ketakutan terus-menerus tertular Covid-19, terutama di antara orang-orang yang tinggal dengan keluarga lanjut usia atau anak-anak, hingga keberatan atas keseimbangan kehidupan kerja dan upah rendah.