Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Masih Dilanda Krisis Tenaga Kerja

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 16:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengusaha dan perusahaan-perusahaan nasional di Amerika Serikat masih terus berjuang mencari karyawan di tengah krisis tenaga kerja dalam beberapa bulan belakangan ini.

Krisis tenaga kerja terjadi diakibatkan tingginya tingkat karyawan yang berhenti dari pekerjaan mereka dan sebagian besar pulang ke kampung halaman saat penguncian banyak diberlakukan di tengah epidemi Covid-19.

Meskipun jutaan orang telah kembali ke pekerjaan mereka saat bisnis dibuka kembali, pada kenyataannnya jumlah mereka tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan tenaga saat ini.


Banyak perusahaan yang membentangkan l,owongan pekerjaan tetapi sedikit sekali yang meresponnya.  Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 10 juta pekerjaan tidak terisi pada akhir Agustus, menurut laporan, seperti ditulis AFP, Rabu (17/11).

Data dariu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pada September 2021, lebih dari 4,4 juta orang Amerika mengundurkan diri dari pekerjaan mereka, sedikit lebih banyak dari bulan Agustus.

Berbanding terbalik dengan kosongnya tenaga kerja, tingkat lowongan pekerjaan di seluruh AS berada pada titik tertinggi sepanjang masa, sejak bisnis dibuka kembali. Pertokoan di Savannah, Georgia, misalnya. Para pengusaha di sana sampai harus melakukan kampanye besar-besaran untuk mendapatkan tenaga kerja dan meningkatkan nilai upah.

Seorang pengusaha mie mengatakan, krisis tenaga kerja mungkin disebabkan karena mereka masih khawatir dengan ganasnya Covid, dan meilih untuk tetap di kampung halamannya sampai situasi benar-benar aman, Atau bisa juga karena  persaingan di antara sesama pencari kerja yang saling berlomba memberi upah besar.

Sementara yang lain mengatakan, kemungkinan juga karena dampak stimulus pemerintah yang menyebabkan orang sedikit malas untuk meraih kesempatan kerja yang upahnya lebih kecil.

Penyebab krisis tenaga kerja memang beragam. Mulai dari ketakutan terus-menerus tertular Covid-19, terutama di antara orang-orang yang tinggal dengan keluarga lanjut usia atau anak-anak, hingga keberatan atas keseimbangan kehidupan kerja dan upah rendah.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya