Berita

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas/Net

Politik

Dituding Dorong Pembubaran NKRI, Anwar Abbas: Dengar Dulu Videonya Sampai Habis

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 16:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menanggapi santai tudingan ingin membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lantaran mempertanyakan hastaq #BubarkanMUI viral di media sosial Twitter.

Disebutkan, Anwar Abbas mendorong agar Indonesia dibubarkan. Padahal, konteks pernyataan Anwar Abbas tersebut tidak demikian. Pimpinan di MUI Pusat itu justru tidak ingin Indonesia dibubarkan.  

"Ya dengar dululah videonya," kata Anwar Abbas saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL ihwal dorongan ingin membubarkan Indonesia lantaran #BubarkanMUI jadi trending topik di Twitter, Kamis siang (18/11).


Dalam sebuah video yang dikirimkan Anwar Abbas kepada redaksi berjudul "Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas Minta Republik Indonesia Dibubarkan, Benarkah? Ini Jawabannya!" di kanal YouTube Realita TV yang diunggah 20 Jam lalu.  

Anwar Abbas mulanya ditanya oleh Host, mengenai adanya desakan MUI dibubarkan yang viral di medsos. Lantas Anwar balik bertanya. "Saya balik bertanya ya, atas dasar apa mereka ingin membubarkan MUI? Tolong jawab kira-kira apa (dasarnya)?" kata Anwar Abbas.

Kemudian Host yang diketahui bernama Rahma menjawab "Yaa sebelumnya banyak kasus ya, kadang-kadang tidak butuh alasan Pak".

"Karena ada anggota Komisi Fatwa MUI, yang terindikasi atau yang diduga bagian daripada jaringan teroris, gitu ya?" timpal Anwar Abbas.

"Yaa tapi sebelumnya polisi juga ada yang tersangkut membawa senjata ke OPM (Organisasi Papua Merdeka) semua itu kan banyak kalau oknum Pak," jawab Host lagi.

Maka dari itu, Anwar Abbas pun kembali mempertanyakan atas dasar apa ada pihak-pihak yang meminta MUI dibubarkan.

"Oh, karena ada satu orang di MUI namanya Dr Zain An-Najah yang terlibat dalam JI (Jamaah Islamiyah), timbul pertanyaan JI itu apa? Mungkin jawabannya adalah JI itu adalah sebuah kelompok yang bertentangan ideologinya dengan ideologi Pancasila. Itu dugaan saya ya," kata Anwar Abbas.

"Kalau begitu, kalau atas dasar itu mereka minta dibubarkan MUI maka saya minta supaya Republik Indonesia dibubarkan. Atas dasar apa? Karena JI adalah rakyat Indonesia kan?" sambungnya sambil berkelakar.

Sebab, lanjutnya, di Republik Indonesia banyak sekali orang yang mengembangkan paham yang tidak sesuai dengan Pancasila. Anwar mencontohkan, ada salah seorang Ketua Umum partai pernah menyampaikan bahwa sistem ekonomi yang berlaku dan terimplementasikan sekarang di Indonesia itu bukan sistem ekonomi Pancasila.

Menurutnya, bukan juga sistem ekonomi sosialisme ala Indonesia yang saat ini diimplementasikan.

Faktanya, kata Anwar Abbas, yang saat ini diimplementasikan adalah sistem ekonomi liberalisme kapitalisme.

Hal ini, kata Anwar, jelas-jelas tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Pertanyaan saya, apakah sistem liberlisme kapitalisme itu sesuai gak dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945? Ya tidak seusai! Ya kalau gitu, kalau menggunakan logika berfikir mereka, kalau gitu negeri ini patut sekali dibubarkan," tuturnya.

"Pertanyaannya, mau tidak negeri ini dibubarkan? Ya tidak mau dong saya!" imbuhnya menegaskan.

"Ya karena kita sudah membuat kesepakatan bahwa falsafah bangsa kita adalah Pancasila dan dasar kita UUD 1945. Oleh karena itu, bagi saya, saya hanya mengikuti logika berfikir mereka yang meminta supaya MUI dibubarkan," demikian Anwar Abbas.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya